minselkab.go.id- Bupati Minsel Franky Donny Wongkar, SH yang diwakili oleh Wabup Minsel Pdt. Petra Yani Rembang, MTh,  Jumat (02/12) di Aula Kantor Hukum Tua Desa Matani kecamatan Tumpaan membuka secara resmi kegiatan Bazaar Pangan Murah atau Operasi Pasar serta Penyerahan secara simbolis Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) bagi masyarakat yang terdampak bencana Cuaca Ekstrim di Desa Matani Kecamatan Tumpaan. PYR dalam sambutannya mengatakan, program ini adalah Program Strategis yang dilakukan oleh Pemda Minsel sesuai dengan amanat Presiden RI Joko Widodo pada saar Rakor Nasional beberapa bulan kemarin.

“Hari ini kita boleh berkumpul bersama dalam sebuah program strategis yaitu Bazaar Pangan murah atau Operasi Pasar yang dirangkaikan dengan Penyerahan secara simbolis Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) bagi masyarakat yang terdampak bencana Cuaca Ekstrim di Desa Matani Kecamatan Tumpaan. Kegiatan ini bazaar ini so ke-dua kali dilaksanakan di Kabupaten Minahasa Selatan. Ini merupakan langkah yang dasar dari Pemerintah Daerah sesuai dengan Instruksi Presiden dalam rangka Pengendalian Inflasi 2022,” ucap PYR. Apalagi lanjutnya, kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi dan mengurangi dampak inflasi serta menjadi bagian dalam upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan yang berdampak pada aktivitas perekonomian daerah.

“Kami juga telah turun ke lapangan untuk mengecek semua stok. Ternyata semua kebutuhan-kebutuhan dasar masyarakat masih tersedia dan tidak terjadi kelangkaan. Daerah kita ini, adalah daerah yang sangat diberkati oleh Tuhan, makanya kami juga terus berupaya mempengaruhi masyarakat untuk memanfaatkan alam ini dengan menanam berbagai jenis bahan makanan, tapi juga kita bukan hanya menjadi produsen dari bahan makanan. Kita juga harus jadi konsumen,” tambah PYR. Hadir dalam kegiatan tersebut, Kadis Pangan Provinsi Sulawesi Utara Drs Royke Kodoaty, Asisten II Setdakab Minsel Frangky Tangkere, SP, Plt Kadis Kominfo Minsel Ir. Max Weken, Perwakilan Forkompimda Minsel, Kapolsek Tumpaan, Danramil Tumpaan, Hukum Tua Desa Matani, para tokoh masyarakat, agama dan undangan lainnya  serta masyarakat yang terdampak bencana ekstrim. (alvi_kominfo)