MINSELKAB.GO.ID
Website Resmi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan

Berita & Artikel

Tetap terinformasi dengan berita terbaru seputar kebijakan, pembangunan, dan kegiatan kemasyarakatan di Kabupaten Minahasa Selatan.

Cap Tikus  Minsel Go Internasional,  Gubernur Apresiasi Inovasi Paruntu
Berita
01 Jan 2020
Cap Tikus Minsel Go Internasional, Gubernur Apresiasi Inovasi Paruntu

Kerja keras dari Bupati Minahasa Selatan DR. Christiany Eugenia Paruntu, SE untuk menghadirkan inovasi baru di daerah Minahasa Selatan melalui minuman tradisional Cap Tikus sebagai minuman yang berlabel resmi dan legal, mendapat apresiasi yang tinggi dari Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE. Apresiasi Gubernur Sulut ini, disampaikan dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh oleh Kepala Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Sulawesi Utara Daniel Mewengkang, SE, M.Si saat Launching di Gedung Waleta kantor Bupati Senin (07/1). Olly dalam sambutan tertulisnya menyambut baik dan merespon baik dengan kegiatan launching ini. Saya menyambut baik dan merespon baik inovasi dari Bupati Minsel, tegas Olly seperti yang dibacakan oleh Mewengkang.Olly menyadari bahwa minuman tradisonal seperti Cap Tikus ini adalah minuman beralkohol yang tinggi dan selalu menjadi pemicu terhadap tindakan-tindakan kriminal di kalangan masyarakat. Namun disisi lain, Olly juga mengajak warga dan masyarakat Sulawesi Utara khusus Minahasa Selatan untuk menyadari juga, bahwa minuman Cap Tikus adalah minuman khasnya daerah kita Sulawesi Utara dan minuman yang mampu membawa dampak pertumbuhan ekonomi warga dan masyarakat Sulawesi Utara umumnya. Ingat anak-anak petani cap tikus bisa disekolahkan ke jenjang yang lebih tinggi. Ini semua hanya karena minuman tradisional kita Cap Tikus. Jadi sekali lagi kami memberi apresiasi untuk kerjanya Ibu Bupati Minsel, ucap Olly melalui Mewengkang. Diakhir sambutan tertulis Gubernur Sulut yang dibacakan oleh Kadis Pariwisata Daerah Sulut, Mewengkang menambahkan bahwa dengan hadirnya minuman khas Sulut dari Minsel bermerek Cap Tikus 1978 berlaber resmi dan legal ini, maka kita akan sama seperti Bali yang memiliki minuman khas Tuak Bali. Begitu juga dengan Negara Spanyol \"Sangria\" tambah Mewengkang.Hadir dalam acara launching masing-masing Wakil Ketua Hubungan Kerja Sama Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM, Pdt. Ventje Talumepa, M,Th, Kakanwil Bea Cukai Provinsi Sulawesi Utara yang diwakili oleh Kasi Humas, Ari Sugiarto, SE, Kepala BNN Sulawesi Utara atau yang mewakili, General Manager Angkasa Pura atau yang mewakili, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara, Ketua APINDO Sulawesi Utara Nicho Lieke, Direktur PT. Jobubu Jarum Minahasa Magdalena Warouw, Direktur Utama Mega Mas Manado Amelia Tungka, Store General Manager Transmart Manado Hendara Simbolon, Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Minahasa Selatan, Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Selatan Jenny Johanna Tumbuan, SE, Kepala Kepolisian Resor Minahasa Selatan AKBP Fransiskus Xaverius Winardi Prabowo, SIK, beserta jajaran, Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan I Wayan Eka Miartha, SH, MH, beserta Jajaran, DANDIM 1302 Minahasa, Letkol Infanteri Slamet Raharjo beserta jajaran Sekretaris Daerah, Para Asisten, Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah, Kabag, Camat, dan para Lurah/hukum tua serta segenap jajaran pemerintah Daerah kabupaten minahasa selatan, para tokoh agama dan tokoh masyarakat, petani cap tikus di Kabupaten Minahasa Selatan.(alvi_kominfo)

Berjuang Agar Petani jadi Sejahtera, Paruntu Launching Cap Tikus Legal
Berita
01 Jan 2020
Berjuang Agar Petani jadi Sejahtera, Paruntu Launching Cap Tikus Legal

Sepak terjang Bupati Minahasa Selatan DR. Christiany Eugenia Paruntu, SE untuk meningkatan pertumbuhan perekonomian warga dan masyarakat tetap menjadi prioritas utama bagi peraih Penghargaan Bintang Tanda Jasa dari Presiden Joko Widodo Tahun 2015 ini. Lihat saja, upaya Tetty sapaan akrab Bupati Minsel yang menjadikan minuman tradisonal Cap Tikus sebagai minuman yang berlabel resmi dan legal yang ditandai melalui Lauching Cap Tikus 1978 di Gedung Waleta Kantor Bupati Senin (07/1). Ini semua saya perjuangkan agar petani cap tikus saya yang ada di Minsel khususnya, dan di Sulut umumnya bisa lebih sejahtera dari saat ini, tegasnya yang disambut yel-yel CEP.Menurut anak Tertua dari mantan Rektor Unsrat Manado Alm. Prof. DR. Ir. Jopie Paruntu, MS ini, sebagai warga masyarakat Minahasa Selatan, kita semua tentu patut bersyukur dan berbangga atas berbagai Anugerah Tuhan yang memberikan alam yang indah dengan kekayaan Alam didalamnya tercermin dari produk Cap Tikus. Minuman ini hasil olahan dari aren yang memiliki kadar alkohol cukup tinggi yang juga merupakan warisan budaya turun-temurun serta telah menjadi salah-satu mata pencaharian utama masyarakat Minsel, terutamanya di kecamatan Motoling Raya, Tareran dan Amurang Raya, dengan luas areal tanaman pohon aren di Kabupaten Minahasa Selatan mencapai 2200 Ha dengan populasi mencapai 600 pohon per Ha, atau jumlahnya sekitar lebih kurang 1.300.000 pohon. Sumber daya alam inilah yang harus kita syukuri, tegasnya. Secara umum lanjut Kakak Tertua dari dr. Michaela E. Paruntu, MARS bahwa pengolahan cap tikus masih dilakukan secara tradisional oleh masyarakat. Namun mampu menghasilkan cap tikus kurang Lebih 600 ribu liter per-bulannya. Sebagai Pemerintah daerah, tentu kita menyadari bahwa Cap tikus ini memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Namun tidak dapat dipungkiri kita masih menghadapi kendala dalam hal pengolahan cap tikus ini, untuk menjadi komoditi Pasar, mulai dari pengolahannya, pengemasannya, perijinannya dan pemasarannya, baik di tingkat Lokal, Nasional maupun Internasional. Oleh karena itu kekayaan budaya ini harus terus dilestarikan keberadaannya, ajak Paruntu.Dalam sambutannya, Tetty juga mengatakan jika kita melihat keberadaan cap Tikus, maka kita bukan saja hanya melihat suatu bentuk hasil olahan minuman. Namun didalamnya kita juga akan melihat bagaimana kebiasaan masyarakat dengan keberadaan cap tikus ini, bagaimana kehidupan ekonomi masyarakat dari hasil cap tikus, bagaimana keberhasilan masyarakat dari cap tikus hingga anak-anak yang berhasil pendidikannya. Ini semua dari hasil cap tikus. Dasar itulah, saya terus berupaya mencari jalan keluar untuk me legal kan cap tikus ini, mulai dari sisi regulasi, pembelajaran cara pengelolaan minuman beralkohol di berbagai daerah yang sudah berhasil, serta menjalin kerjasama dengan berbagai stakeholder terkait. Dan di Tahun Baru 2019, akhirnya melalui Kerja sama dengan PT. Jobubu Jarum Minahasa, Produk cap tikus 1978 pada hari ini dapat kita Launching bersama. Cap tikus dengan kadar Alkohol 45% asli Minahasa Selatan yang legal dijadikan sebagai oleh-oleh khas Sulawesi Utara serta dapat dikonsumsi secara umum sesuai ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, jelas Tetty.Bahkan lanjut Tetty, dirinya yakin bahwa PT. Jobubu Jarum Minahasa akan senantiasa menjaga dan meningkatkan kualitas produksinya, dengan melibatkan para petani cap Tikus di Minahasa Selatan.Kalau perlu harga cap tikus yang akan dibeli ke petani dinaikin oleh perusahaan, agar kita pe petani di cap tikus bisa lebih sejahtera, gurau Paruntu sambil mengingatkan bahwa dalam mengkonsumsi Cap tikustidak boleh sembarangan, harus sesuai aturan yang berlaku dan tidak boleh berlebihan .Ingat bahwa bagate bukanlah budaya tou Minahasa. Karena perlu Disadari, dengan kita menjaga perilaku dalam mengkonsumsi cap tikus, artinya kita juga menjaga Produksi cap tikus ini tetap bisa berjalan demi kesejahteraan masyarakat, pungkasnya.(alvi_kominfo)

Kian Lama Cap Tikus Tidak Diberi Ijin, Akhirnya Tetty Ukir Sejarah Baru Bagi Petani Sulut
Berita
01 Jan 2020
Kian Lama Cap Tikus Tidak Diberi Ijin, Akhirnya Tetty Ukir Sejarah Baru Bagi Petani Sulut

Sejarah baru kembali terukir di kabupaten Minahasa Selatan. Kali ini perjuangan panjang para petani cap tikus di tanah Toar Lumimuut Minahasa Selatan untuk menjadikan minuman khas Cap Tikus berhasil dan terwujud. Ini terbukti dengan di Launchingnya Cap Tikus Berlabel resmi dan legal dilaksanakan di Aula Waleta Kantor Bupati Minahasa Selatan, Senin (07/1) oleh Bupati Minahasa Selatan DR. Christiany Eugenia Paruntu, SE.Tak pelak kalau petani-petani yang ada di Minsel khusus yang hadir di Waleta Kantor Bupati menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Bupati Minsel atas kerja nyata-nya yang mampu menjadikan minuman tradisional ini, sebagai minuman yang legal. Jujur saja kami sangat bangga dan wajib berterima kasih kepada Ibu Bupati atas perjuangannya. Karena sejak dahulu kala, baru kali ini Cap Tikus bisa dilegalkan. Kami sangat bangga dengan upaya keras ibu Tetty. Ibu Tetty telah mengukir sejarah baru di mata petani cap tikus yang ada di Minsel bahkan Sulawesi Utara. Ini baru bilang pemimpin yang mampu memperjuangkan nasib rakyat, ucap Hengky dan Linda Umar petani yang datang dari Desa Ranoketang Tua Amurang, Luis Paat Motoling, K. Tutu Ritey Amurang Timur dan Robi Karundeng Kaneyan Tareran.Lain lagi dengan petani cap tikus yang ada di Lodi Rampisela Rumoong Bawah Amurang Barat, dia mengaku sangat bangga karna karyanya bisa dinikmati bukan hanya warga Minahasa tetapi warga Nusantara bahkan warga yang ada di luar Negeri. Apalagi, minuman cap tikus berlabel ini sudah bisa didapati di Bandara dan Pelabuhan serta pertokoan yang ada di Sulawesi Utara. Bayangkan saja diwaktu yang lalu, saudara-saudara kami yang ada di luar daerah, ketika pulang kampung sulit sekali membawa minuman ini, sebagai hadiah bagi mereka untuk kembali ke luar daerah. Tapi skarang mereka bebas membeli dan membawa ke rumah mereka karena telah dilegalkan oleh perjuangan Ibu Bupati Tetty. Makaseh banyak ibu ,namamu terukir selalu di hati kami petani cap tikus, tuturnya bersyukur.(alvi_kominfo)

Launching Cap Tikus, APINDO Sulut Bangga Perjuangan Bupati Minsel
Berita
01 Jan 2020
Launching Cap Tikus, APINDO Sulut Bangga Perjuangan Bupati Minsel

Ada yang menarik dari Launching Cap Tikus Berlabel resmi atau legal yang dilaksanakan di Aula Waleta Kantor Bupati Minahasa Selatan, Senin (07/1). Apa itu ?. ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (ASPINDO) Provinsi Sulawesi Utara Nicho Lieke mengaku sangat bangga dengan perjuangan Bupati Minahasa Selatan DR. Christiany Eugenia Paruntu,SE. Jujur saja saya sebagai ketua ASPINDO Sulut sangat bangga dengan perjuangan Ibu Tetty yang mampu memperjuangkan agar minuman tradisional Minahasa Selatan ini, bisa berlabel resmi dan legal serta bisa dipasarkan di tanah Nusantara bahkan di dunia Internasional, ucapnya dengan gembira.Kenapa kami sangat bangga saudara-saudara ?. Karena kami tahu untuk melegalkan minuman beralkohol tinggi ini, bukan hal mudah dan yang gambang. Untuk mendapatkan ijin resmi bagi minuman beralkohol seperti cap tikus ini, bukan sesuatu yang mudah atau atau waktu yang singkat. Tetapi sangat sulit dan butuh energi ekstra untuk memperjuangkan ini semua, sehingga bisa memiliki label resmi dan legal, tegas Lieke yang disambut meriah oleh ratusan petani cap tikus yang hadir saat launching. Selain itu lanjut Nicho Cap Tikus 1978 berlabel resmi ini telah dibuat atau diracik sedemikian rupa dan memiliki kemampuan mengubah glukosamenjadialkohol dan COmelalui Saccharomyces. Apa terlebih kita tahu Bersama cap tikus terbuat dari pohon seho.Bau dan aroma Cap Tikus yang tajam telah dibuat dengan sangat baik sehingga rasanya bisa dinikmati dengan oleh semua kalangan. Inilah yang membuat kami sangat berterima kasih kepada Ibu Bupati Minsel apa terlebih mampu memperkenalkan Minahasa Selatan kepada dunia Internasional, melalui produk Cap Tikus Berlabel Resmi atau Legal ini. Dan jika produk ini mendunia maka peningkatan taraf hidup petani cap tikus di Minsel juga akan membukit dan bisa menopang kebutuhan hidup dan peningkatan perekonomian baik keluarga maupun masyarakat Minahasa Selatan secara umum, tutup Nicho yang disambut meriah oleh petani Minsel.(afi_kominfo)

Wujudkan Kemandirian Petani, Tetty Hadirkan Klinik Pertanian di Minsel
Berita
01 Jan 2020
Wujudkan Kemandirian Petani, Tetty Hadirkan Klinik Pertanian di Minsel

Bukan hanya Rumah Sakit atau Lembaga Kesehatan yang memiliki klinik. Tetapi di kabupaten Minahasa Selatan akan hadir Klinik Pertanian untuk melakukan pengamatan terhadap kasus tanah, untuk mengdiagnosa penyakit yang diderita oleh tanaman atau pertanian. Ini merupakan gebrakan yang luar biasa oleh Bupati Minahasa Selatan DR. Christiany Eugenia Paruntu, SE di awal Tahun 2019, untuk mewujudkan kemandirian Petani yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan, maka setiap Desa/Kelurahan akan memiliki Klinik Pertanian. Demikian dikatakan Tetty sapaan akrab Bupati Minsel saat membuka sosialisasi Klinik Pertanian di hadapan para Lurah/Hukum Tua serta Camat se-Kabupaten Minahasa Selatan di Gedung Lantai IV Kantor Bupati Minsel Kamis (03/1).Dikatakannya, kehadiran Klinik Pertanian ini akan sangat membantu para petani di Minsel, untuk mengdiagnosa atau mengidentifikasi kualitas tanah, apakah tanah itu memiliki kadar asam yang tinggi atau rendah, atau apakah tanah memiliki kadar basahnya tinggi atau rendah, semua dapat diketahui dengan mudah. Bahkan bukan hanya itu, Klinik Pertanian juga bisa mengidentifikasi kualitas tanah dengan cara mengambil sampel tanah dan dimasukan kegelas kimia dan diiukur dengan alat ukur yang ada, sehingga bisa diketahui apakah tanah itu mengandung Nitrogen, Fosfat, Kalium, Sulfur dan lain-lain. Nah, jika tanah kita mengandung unsur N atau P atau K sudah ketahui, maka jenis tanaman apa yang cocok untuk ditanami pada tanah itu. Semuanya bisa di lihat sesuai dengan aplikasi yang yang ada.Saya ingin agar Klinik Pertanian hadir di Minsel sebagai wadah yang pertama di Sulawesi Utara dapat memberi solusi bagi para petani dalam menanam serta meningkatkan produksi pertaniannya. Ini merupakan bagian dari mewujudkan kemandirian petani di Minsel. Lebih jelasnnya akan disampaikan oleh tenaga ahli dalam kegiatan ini, tegas Paruntu disambut gembira oleh Hukum Tua dan Lurah se-Minsel sambil memohon pamit untuk bertolak ke Modoinding untuk menghadiri Ibadah KKR. Hadir dalam acara ini Asisten I Bidang Pemerintahan dan KESRA Drs Handri Sondak, Kadis Pertanian Minsel Franky Pasla, SE, MSi, Kadis PMD Minsel Drs. Evert Poluakan.(alvi_kominfo)

Paruntu : 2019, TPP ASN di Minsel Full 12 Bulan, Plus Gaji 13 dan 14
Berita
01 Jan 2020
Paruntu : 2019, TPP ASN di Minsel Full 12 Bulan, Plus Gaji 13 dan 14

Kabar gembira bagi seluruh ASN di Lingkungan Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Minahasa Selatan. Apa itu ?. di tahun 2019 ini, Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada di Minsel akan mendapatkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) plus Gaji 13 dan Gaji 14. Hal ini dikatakan Bupati Minsel DR. Christiany Eugenia Paruntu, SE saat memimpin Apel Perdana ASN dan Tenaga Harian Lepas (THL) di Gedung Waleta Kantor Bupati Kamis (03/1).Tahun 2019 ini, seluruh PNS yang ada di lingkungan kerja Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan akan mendapatkan TPP 12 bulan full, tegas Paruntu yang disambut meriah oleh ribuan PNS yang hadir saat Apel Perdana. Bahkan bukan hanya itu, Tetty juga mengatakan bahwa di tahun 2019 ini, PNS di Lingkungan Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Minahasa Selatan akan mendapatkan Gaji Bulan 13 dan Gaji Bulan 14. Selain TPP 12 bulan, kalian semua juga akan mendapatlan gaji 13 dan gaji 14, ucap Paruntu yang juga disambut tepuk tangan oleh ribuan PNS di Minsel. p>Seiring dengan pemberian TPP 12 bulan plus gaji 13 dan 14, Tetty mengharapkan agar seluruh ASN bisa meningkatkan kinerjanya dalam melayani masyarakat. Saya sangat berharap agar semua PNS bisa bekerja maksimal dan berjalan seiiring dengan tunjangan 12 bulan plus gaji 13 dan gaji 14. Saya juga akan mengawal proses ini. Agar jangan ada yang mengeluh, instansi lain 12 bulan sementara instansi lainnya 8 bulan. Jadi sampaikan kepada istri atau suami saudara/i bahwa tahun ini kita akan mendapatkan TPP 12 bulan plus gaji 13 dan gaji 14, untuk menopang kesejahteraan para PNS, tambah anak tertua mantan Rektor Unsrat Manado Alm. Prof. DR. Ir. Jopie Paruntu, MS yang disambut meriah oleh ribuan PNS yang di gedung Waleta Kantor Bupati.Hadir dalam Apel Perdana ASN dan THL masing-masing Wakil Bupati Frangky D. Wongkar, SH, Sekdakab Minsel Denny Kaawoan, SE, MSi serta seluruh pejabat teras lainnya mulai dari Asisten I, II, III, Staf Ahli, Kadis, Kaban, Kabag, Camat, Lurah serta seluruh pejabat eselon lainnya. Usai apel perdana dilanjutkan dengan ibadah awal Tahun 2019.(alvi_konimfo)

Tetty : Saya Tahu Ada Kepala SKPD Minta-minta Duit
Berita
01 Jan 2020
Tetty : Saya Tahu Ada Kepala SKPD Minta-minta Duit

Warning keras terus dialamatkan kepada kepala SKPD yang ada di kabupaten Minahasa Selatan. Warning keras ini keluar dari mulut Bupati Minahasa Selatan DR Christiany Eugenia Paruntu, SE saat membawakan sambutan dalam kegiatan Apel Perdana ASN dan Tenaga Harian Lepas (THL) di Gedung Waleta Kantor Bupati Kamis, (3/01). Menurut Paruntu, dirinya telah menerima laporan bahwa ada kepala-kepala SKPD yang meminta duit dalam menjalankan tugasnya.Saya sudah menerima laporan bahwa ada kepala SKPD yang meminta-minta duit kepada masyarakat dalam menjalankan tugas pelayanan sebagai ASN, tegasnya. Bahkan bukan hanya itu, Bupati mewarning keras dua SKPD yang ada di Minsel masing-masing Bappelitbang dan DPMPTSP atau Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu. Itu yang ada di Bappelitbang dan DPMPTSP Minsel, saya tahu apa yang kalian lakukan disana. Jadi saya tidak mau lagi di tahun 2019 ada yang melapor kalau kalian minta-minta duit kepada warga atau masyarakat yang membutuhkan pelayanan kalian, tegas Paruntu.Lebih jauh lagi ungkap Tetty sapaan akrab Bupati Minsel, ada kepala SKPD juga yang minta-minta duit kepada bawahannya. Ada juga kepala SKPD yang menyuruh bawahannya untuk minta-minta duit. Ada juga kepala SKPD yang menakuti-nakuti bawahannya. Ini semua saya sudah dengar hellip; Jadi kalau ada kepala SKPD seperti itu, silakan lapor saya. Dan saya akan tindaki oknum pejabat itu, tambah Paruntu sambil meminta agar para pejabatnya untuk bertobat. Kita kase waktu untuk kalian, agar bertobat dan jangan berbuat lagi di tahun 2019. pintanya.(alvi_kominfo)

Paruntu Tahu  Tahun 2019 Kepala SKPD Mulai ‘Main Cantik’
Berita
01 Jan 2020
Paruntu Tahu Tahun 2019 Kepala SKPD Mulai ‘Main Cantik’

Gelombang panas di Tahun politik 2019 mulai bergulir. Kali ini gelombang panas itu, mulai dirasakan oleh Bupati Minsel DR. Christiany Eugenia Paruntu, SE, ketika ada beberapa kepala SKPD yang mulai \"main cantik \" dengan mengatakan berbagai pernyataan yang menusuk hati Bupati tercantik ini. Hal ini diakui oleh Bupati perempuan pertama yang hamper dua periode memimpin kabupaten Minahasa Selataan , saat memberikan sambutan dalam apel perdana ASN dan Tenaga Harian Lepas (THL) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Minsel, di Gedung Waleta Kantor Bupati Kamis (03/1).Paruntu mengatakan, ada beberapa kepala SKPD yang mengatakan bahwa kepemimpinan saya akan segera berakhir. Saya tahu orangnya. Seharusnya kata-kata ini tidak perlu terjadi. Kita harus punya etika, sudah 8 tahun kita melayani bersama, masak harus ungkapkan kata-kata seperti itu. Eh hellip;busuk-busuk begini, saya dan pak Wakil Bupati ditetapkan Tuhan Yesus untuk menjadi Bupati dan Wabub bagi kalian dan masyarakat Minahasa Selatan, ucapnya. Bahkan bukan hanya itu, ada juga yang mengatakan bahwa kepemimpinan saya tinggal dua Tahun. Jadi torang kepala SKPD musti main cantik, supaya siapapun yang menjadi Bupati Minsel berikut torang tetap Kadis atau Kaban. Pernyataan ini juga saya sudah dengar. Dan kita lihat saja nanti walaupun hanya dua tahun kepemimpinan saya dengan pak Wakil Bupati, tegas Paruntu dalam sambutannya.Lebih parah lagi lanjut Tetty, bahwa ditahun politik 2019 ini, ada pejabat saya yang mengatakan 2019 ganti Bos. Ini juga lanjut Tetty, tidak perlu terjadi. Karena seorang pejabat seharusnya memiliki etika. Jadi saya sangat berharap agar semua pejabat di lingkungan pemerintah kabupaten Minahasa Selatan agar memiliki etika yang baik terhadap atasan dan bawahan. Dan walaupun tinggal dua Tahun kepemimpinan saya di Minsel, bahkan jika diperkenankan selesai nanti, saya janji akan mengawal pembangunan di Minahasa Selatan, ketus Paruntu.(afi_kominfo)

Pimpin Apel Perdana, Bupati Ingatkan ASN Minsel Wajib Miliki Empat Spirit
Tak Berkategori
01 Jan 2020
Pimpin Apel Perdana, Bupati Ingatkan ASN Minsel Wajib Miliki Empat Spirit

Bupati Minahasa Selatan DR. Christiany Eugenia Paruntu, SE Kamis, (03/1) memberikan peringatan keras bagi para ASN baik pelaksana maupun para pejabat yang memangku jabatan Eselon di lingkungan pemerintahan kabupaten Minahasa Selatan. Apa itu ?. Setiap pejabat maupun pelaksana wajib memiliki 4 (empat) Spirit dalam melayani warga dan masyarakat kabupaten Minahasa Selatan di tahun 2019 ini. Hal ini disampaikan oleh Tetty sapaan akrab Bupati Minsel, saat memimpin Apel Perdana bagi ribuan ASN dan Tenaga Harian Lepas (THL) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan di Gedung Waleta Kantor Bupati. Dikatakan Tetty, Empat Spirit itu, pertama adalah Spirit of Love , ini harus ada dalam diri kita ASN dan THL agar semangat saling mengasihi dan menyanyangi terus bertumbuh dalam kehidupan pelayanan kita. Kedua Spirit of Obedience adalah semangat ketaatan kita sebagai ASN dan THL untuk wajib dan taat terhadap aturan dalam rangka meningkatan kinerja apalagi sudah ada e-Kinerja dan e-Absen. Jangan hari ini hadir dan besok tidak masuk kerja. Kemudian Ketiga adalah Spirit of Responbility , yaitu memiliki rasa bertanggungjawab terhadap apa yang menjadi tugas kita, dan bertanggungjawab terhadap apa yang kita kerjakan. Dan yang Keempat atau yang terakhir adalah The Spirit of Hard Work semangat untuk bekerja keras dalam melayani warga dan masyarakat Minahasa Selatan, urai Tetty.Bahkan lanjut anak tertua mantan Rektor Unsrat Manado Alm. Prof. DR. Ir. Jopie Paruntu, MS, jika keempat spirit ini ada dalam diri kita sebagai ASN dan THL, maka pelayanan kita pasti akan membawa dampak yang baik bagi masyarakat Minahasa Selatan. Tahun 2018 kemarin, mungkin diantara kita masih ada sifat malas-malasan, mari kita yang buang jauh-jauh dan kita hadirkan empat spirit ini dalam hidup kita. Saya tadi sebelum pimpin apel perdana ini, baca alkitab dan Tuhan Kasih Hikmat kepada saya agar saya harus katakan empat spirit ini kepada saudara-saudari sekalian. Jadi sekali lagi saya ingatkan agar seluruh ASN dan THL untuk dapat memperhatikan empat spirit ini. Apalagi, tahun 2019 ini saya telah canangkan sebagai Tahun Hikmat dan Berkat, tegas peraih Penghargaan Bintang Tanda Jasa dari Presiden RI Jokowi Tahun 2015.(alvi _kominfo)

superadmin Baca Selengkapnya