Berita & Artikel
Tetap terinformasi dengan berita terbaru seputar kebijakan, pembangunan, dan kegiatan kemasyarakatan di Kabupaten Minahasa Selatan.
Gerakan Sulut sejuta masker
Pjs. Bupati Minahasa Selatan Drs. Meiki M. Onibala, Msi bersama jajaran mengikuti kegiatan gerakan Sulut sejuta masker bersama unsur forum koordinasi pimpinan daerah (FORKOPIMDA), KPU dan BAWASLU Kabupaten Minahasa Selatan. (humas)
Tatap muka Pjs.Bupati Minahasa Selatan Drs.M.M Onibala, M.Si
Tatap muka Pjs.Bupati Minahasa SelatanDrs.M.M Onibala, M.Si didampingi sekretaris daerah Denny Kaawoan, SE. Msi, Para asisten dan perangkat daerah kabupaten minahasa selatan sekaligus dengan ibadah di pimpin Pdt. Matheos Sumaa, M.Th. dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama para kepala perangkat daerah,camat dan kepala bagian.(humas)
Kunjungan kerja Kapolda Lumowa sekaligus Peresmian Guest house Rekonfu dan Rumah Susun Polres Minsel
Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu menjemput kedatangan Kapolda SULUT Irjen Pol. Royke Lumowa di Polres Minahasa Selatan (Kamis, 23 Juli 2020). Kedatangan Kapolda SULUT ini dalam rangka kunjungan kerja sekaligus Peresmian Guest house Rekonfu dan Rumah Susun Polres Minsel. Kapolda menyampaikan penghargaan kepada Bupati Minsel dan Pemkab Minsel atas kebijakan dan sinergitas dengan Polres Minsel serta berharap kepada jajaran Polres dan para undangan untuk selalu menjaga kesehatan dan citakan energi positif sebagai imunitas. Sementara Bupati CEP memberi apresiasi atas terobosan Polres Minsel dalam peresmian Rusun dan Guest house rekonfu ini. (Humas)
Selamat dan Sukses atas dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Selatan Periode Tahun 2021-2024. Cita Waya Esa.
Selamat dan Sukses atas dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Selatan Periode Tahun 2021-2024.
Rapat Paripurna DPRD Minsel dalam rangka pembicaraan tingkat kedua
Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu mengikuti Rapat Paripurna DPRD Minsel dalam rangka pembicaraan tingkat kedua terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggung Jawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah APBD Kabupaten Minsel tahun anggaran 2019. Rapat dipimpin wakil ketua DPRD Paulman Runtuwene (Kamis, 23 Juli 2020). Bupati Minsel menyambut baik dan menerima berita acara persetujuan bersama dari pimpinan DPRD tentang Ranperda tentang APBD kabupaten Minsel tahun 2019, yang kemudian diserahkan oleh ketua DPRD Minsel Jenny J. Tumbuan kepada Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu untuk segera disampaikan kepada Pemerintah Propinsi. (humas)
Peluncuran Kemitraan Bupati/Walikota Pesisir untuk Tujuan Berkelanjutan 14 (Ekosistem Lautan)
Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu, Kamis, 6 Agustus 2020 mengikuti kegiatan Peluncuran Kemitraan Bupati/Walikota Pesisir untuk Tujuan Berkelanjutan 14 (Ekosistem Lautan) melalui Aplikasi Zoom Meeting. Dalam kegiatan ini dibacakan ikrar Kemitraan sebagai Penanda bergabung dalam kemitraan ini. Adapun maksud diadakan kegiatan ini diantaranya untuk menyediakan wadah bagi para Bupati/Walikota pesisir untuk berjejaring, menjadi platform berbagai program inovatif berdasarkan TPB 14 dan sebagai forum konsultasi, komunikasi berbagi info dan hal lainnya bagi masalah bersama Bupati/Walikota wilayah pesisir. Bupati Minahasa Selatan menyambut baik kegiatan ini dan sesuai dengan program Bupati bersama Pemkab Minsel untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan para nelayan serta warga pesisir. Kegiatan ini diikuti oleh Menteri Kelautan dan perikanan DR. Edhy Prabowo, Kemenko Kemaritiman oleh Deputi Kemenko, Mendagri diwakili Dirjen Pembangunan Daerah, mewakili Bapenas, Wagub Steven Kandouw, Bupati/Walikota di 13 kab/kota pesisir di Sulawesi Utara. (Humas)
Hadiri Penyerahan Hasil Evaluasi SPBE
Keseriusan Bupati Minahasa Selatan DR. Christiany Eugenia Paruntu, SE untuk menata pemeritahan Kabupaten Minahasa Selatan yang berbasis e-government , dibuktikan dengan kehadirannya pada kegiatan yang di Prakarsai oleh Kementerian PAN-RB melalui acara Penyerahan Hasil Evaluasi Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) Tahun 2018 bagi sejumlah Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota pada Kamis 28/3 di Hotel Bidakara Jakarta. Penyerahan hasil eveluasi tersebut, diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.Dalam sambutannya, Jusuf Kalla mengatakan bahwa betapa pentingnya perkembangan Teknologi dan Informasi dalam sistem pemerintahan. Berkembangnya Teknologi dan Informasi, menurut Wakil Presiden, akan mempermudah lembaga pemerintah juga Gubernur dan Bupati/Walikota dalam menjalankan pemerintahan dengan cepat. Karena kecepatan menjadi kunci dalam menjalankan sistem pemerintahan. Selain itu harus disadari bahwa perilaku masyarakat yang sudah berubah akibat perkembangan Teknologi dan Informasi, maka pelayanan pemerintah juga sudah harus berubah.Dulu kalau minta sesuatu, misalkan izin, atau di bank contohnya, orang menyetor (uang) harus antri pakai nomor-nomor. Sekarang di kantong kita sudah bisa digunakan tanpa harus antri. Dari rumah juga bisa ambil uang, dari rumah bisa kirim uang. Dengan sistem ini, dari rumah bisa minta izin tidak bisa ketemu, ; kata JK mengurai berbagai kemudahan akibat perkembangan IT.Selain itu, lanjut Jusuf Kalla, perkembangan zaman saat ini menuntut sistem pemerintahan untuk ikut menyesuaikan kemajuan Teknologi dan Informasi. Oleh karena itu, Ia berharap sistem di Kementerian atau Lembaga maupun Pemerintah Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota juga mengikuti kemajuan Teknologi untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat. ;Maka sistem yang banyak apakah e-budgeting atau e-control , e-audit atau yang macam-macam kita gunakan harus berubah, ; terang Jusuf Kalla.Usai Wakil Presiden RI memberikan sambutan. MenPAN RB Syafruddin juga mengatakan hasil evaluasi SPBE atau e-goverment akan digunakan dalam penyusunan kebijakan dan penentuan arah strategis pembangunan SPBE yang efektif, efisien, terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan. Namun, hasil evaluasi menunjukan 616 Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah di Indonesia, sebanyak 82 instansi pemerintah atau 13,31 persen berpredikat baik, sangat baik, dan memuaskan. Sedangkan 534 instansi pemerintah atau 86,69 persen berpredikat berpredikat cukup dan ada juga yang kurang.Disela-sela acara tersebut, Bupati Minsel DR. Christiany Eugenia Paruntu SE mengatakan, penerapan e-government sangat baik untuk menjawab perkembangan Teknologi dan Informasi di Minsel. Untuk itu lanjut Paruntu, Pemkab Minsel akan terus berusaha untuk memberikan yang terbaik. Walaupun, amanat aturan Peraturan Presiden Nomor 95 tahun 2018 tentang SPBE, baru saja terbit tahun kemarin. Tapi kabupaten Minsel sudah siap untuk dievaluasi sesuai dengan petujuk teknisnya sebagaimana diatur dalam Peraturan MenPAN-RB Nomor 5 Tahun 2018.Kalau daerah lain takut dievaluasi. Minsel lain hellip;. Minsel selalu siap dievaluasi, Walaupun regulasi atau aturannya baru turun Tahun 2018 kemarin. Bagi saya SPBE ini sangat baik untuk mengukur derajat kematangan Informasi, Interaksi, Transaksi, Kolaborasi serta Optimalisasi untuk tata kelola, layanan kelembagaan, strategi perencanaan, administrasi, layanan public serta Informasi dan Komunikasi pemerintahan kabupaten Minahasa Selatan. Jadi kami selalu siap mengikuti aturan yang ada, tegas Paruntu.Makanya lanjut Tetty sapaan akrab Bupati Minsel yang saat itu didampingi oleh Kadis Koiminfo Minsel Royke Mandey, SH, Kabag Humas Protokol Altin Sualang, SSTP, MPA, Kabid Kominfo Alvi J. Ulaan, ST dan Kasubid APTIKA Gevoanny Lontoh, ST, kami berupaya agar Minsel setiap tahun harus dievaluasi sehingga kita bisa melihat perkembangannya melalui rekomendasi-rekomendasi untuk ditidaklanjuti. Saya yakin ketika Minsel dievaluasi, maka tahun ini bisa lebih baik dari tahun kemarin. Dan tahun depan bisa lebih baik dari tahun ini, ucap Tetty yang juga ketua DPD Golkar Provinsi Sulawesi Utara dengan nada optimis.(afi_kominfo)
Cap Tikus Minsel Go Internasional, Gubernur Apresiasi Inovasi Paruntu
Kerja keras dari Bupati Minahasa Selatan DR. Christiany Eugenia Paruntu, SE untuk menghadirkan inovasi baru di daerah Minahasa Selatan melalui minuman tradisional Cap Tikus sebagai minuman yang berlabel resmi dan legal, mendapat apresiasi yang tinggi dari Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE. Apresiasi Gubernur Sulut ini, disampaikan dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh oleh Kepala Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Sulawesi Utara Daniel Mewengkang, SE, M.Si saat Launching di Gedung Waleta kantor Bupati Senin (07/1). Olly dalam sambutan tertulisnya menyambut baik dan merespon baik dengan kegiatan launching ini. Saya menyambut baik dan merespon baik inovasi dari Bupati Minsel, tegas Olly seperti yang dibacakan oleh Mewengkang.Olly menyadari bahwa minuman tradisonal seperti Cap Tikus ini adalah minuman beralkohol yang tinggi dan selalu menjadi pemicu terhadap tindakan-tindakan kriminal di kalangan masyarakat. Namun disisi lain, Olly juga mengajak warga dan masyarakat Sulawesi Utara khusus Minahasa Selatan untuk menyadari juga, bahwa minuman Cap Tikus adalah minuman khasnya daerah kita Sulawesi Utara dan minuman yang mampu membawa dampak pertumbuhan ekonomi warga dan masyarakat Sulawesi Utara umumnya. Ingat anak-anak petani cap tikus bisa disekolahkan ke jenjang yang lebih tinggi. Ini semua hanya karena minuman tradisional kita Cap Tikus. Jadi sekali lagi kami memberi apresiasi untuk kerjanya Ibu Bupati Minsel, ucap Olly melalui Mewengkang. Diakhir sambutan tertulis Gubernur Sulut yang dibacakan oleh Kadis Pariwisata Daerah Sulut, Mewengkang menambahkan bahwa dengan hadirnya minuman khas Sulut dari Minsel bermerek Cap Tikus 1978 berlaber resmi dan legal ini, maka kita akan sama seperti Bali yang memiliki minuman khas Tuak Bali. Begitu juga dengan Negara Spanyol \"Sangria\" tambah Mewengkang.Hadir dalam acara launching masing-masing Wakil Ketua Hubungan Kerja Sama Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM, Pdt. Ventje Talumepa, M,Th, Kakanwil Bea Cukai Provinsi Sulawesi Utara yang diwakili oleh Kasi Humas, Ari Sugiarto, SE, Kepala BNN Sulawesi Utara atau yang mewakili, General Manager Angkasa Pura atau yang mewakili, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara, Ketua APINDO Sulawesi Utara Nicho Lieke, Direktur PT. Jobubu Jarum Minahasa Magdalena Warouw, Direktur Utama Mega Mas Manado Amelia Tungka, Store General Manager Transmart Manado Hendara Simbolon, Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Minahasa Selatan, Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Selatan Jenny Johanna Tumbuan, SE, Kepala Kepolisian Resor Minahasa Selatan AKBP Fransiskus Xaverius Winardi Prabowo, SIK, beserta jajaran, Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan I Wayan Eka Miartha, SH, MH, beserta Jajaran, DANDIM 1302 Minahasa, Letkol Infanteri Slamet Raharjo beserta jajaran Sekretaris Daerah, Para Asisten, Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah, Kabag, Camat, dan para Lurah/hukum tua serta segenap jajaran pemerintah Daerah kabupaten minahasa selatan, para tokoh agama dan tokoh masyarakat, petani cap tikus di Kabupaten Minahasa Selatan.(alvi_kominfo)
Berjuang Agar Petani jadi Sejahtera, Paruntu Launching Cap Tikus Legal
Sepak terjang Bupati Minahasa Selatan DR. Christiany Eugenia Paruntu, SE untuk meningkatan pertumbuhan perekonomian warga dan masyarakat tetap menjadi prioritas utama bagi peraih Penghargaan Bintang Tanda Jasa dari Presiden Joko Widodo Tahun 2015 ini. Lihat saja, upaya Tetty sapaan akrab Bupati Minsel yang menjadikan minuman tradisonal Cap Tikus sebagai minuman yang berlabel resmi dan legal yang ditandai melalui Lauching Cap Tikus 1978 di Gedung Waleta Kantor Bupati Senin (07/1). Ini semua saya perjuangkan agar petani cap tikus saya yang ada di Minsel khususnya, dan di Sulut umumnya bisa lebih sejahtera dari saat ini, tegasnya yang disambut yel-yel CEP.Menurut anak Tertua dari mantan Rektor Unsrat Manado Alm. Prof. DR. Ir. Jopie Paruntu, MS ini, sebagai warga masyarakat Minahasa Selatan, kita semua tentu patut bersyukur dan berbangga atas berbagai Anugerah Tuhan yang memberikan alam yang indah dengan kekayaan Alam didalamnya tercermin dari produk Cap Tikus. Minuman ini hasil olahan dari aren yang memiliki kadar alkohol cukup tinggi yang juga merupakan warisan budaya turun-temurun serta telah menjadi salah-satu mata pencaharian utama masyarakat Minsel, terutamanya di kecamatan Motoling Raya, Tareran dan Amurang Raya, dengan luas areal tanaman pohon aren di Kabupaten Minahasa Selatan mencapai 2200 Ha dengan populasi mencapai 600 pohon per Ha, atau jumlahnya sekitar lebih kurang 1.300.000 pohon. Sumber daya alam inilah yang harus kita syukuri, tegasnya. Secara umum lanjut Kakak Tertua dari dr. Michaela E. Paruntu, MARS bahwa pengolahan cap tikus masih dilakukan secara tradisional oleh masyarakat. Namun mampu menghasilkan cap tikus kurang Lebih 600 ribu liter per-bulannya. Sebagai Pemerintah daerah, tentu kita menyadari bahwa Cap tikus ini memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Namun tidak dapat dipungkiri kita masih menghadapi kendala dalam hal pengolahan cap tikus ini, untuk menjadi komoditi Pasar, mulai dari pengolahannya, pengemasannya, perijinannya dan pemasarannya, baik di tingkat Lokal, Nasional maupun Internasional. Oleh karena itu kekayaan budaya ini harus terus dilestarikan keberadaannya, ajak Paruntu.Dalam sambutannya, Tetty juga mengatakan jika kita melihat keberadaan cap Tikus, maka kita bukan saja hanya melihat suatu bentuk hasil olahan minuman. Namun didalamnya kita juga akan melihat bagaimana kebiasaan masyarakat dengan keberadaan cap tikus ini, bagaimana kehidupan ekonomi masyarakat dari hasil cap tikus, bagaimana keberhasilan masyarakat dari cap tikus hingga anak-anak yang berhasil pendidikannya. Ini semua dari hasil cap tikus. Dasar itulah, saya terus berupaya mencari jalan keluar untuk me legal kan cap tikus ini, mulai dari sisi regulasi, pembelajaran cara pengelolaan minuman beralkohol di berbagai daerah yang sudah berhasil, serta menjalin kerjasama dengan berbagai stakeholder terkait. Dan di Tahun Baru 2019, akhirnya melalui Kerja sama dengan PT. Jobubu Jarum Minahasa, Produk cap tikus 1978 pada hari ini dapat kita Launching bersama. Cap tikus dengan kadar Alkohol 45% asli Minahasa Selatan yang legal dijadikan sebagai oleh-oleh khas Sulawesi Utara serta dapat dikonsumsi secara umum sesuai ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, jelas Tetty.Bahkan lanjut Tetty, dirinya yakin bahwa PT. Jobubu Jarum Minahasa akan senantiasa menjaga dan meningkatkan kualitas produksinya, dengan melibatkan para petani cap Tikus di Minahasa Selatan.Kalau perlu harga cap tikus yang akan dibeli ke petani dinaikin oleh perusahaan, agar kita pe petani di cap tikus bisa lebih sejahtera, gurau Paruntu sambil mengingatkan bahwa dalam mengkonsumsi Cap tikustidak boleh sembarangan, harus sesuai aturan yang berlaku dan tidak boleh berlebihan .Ingat bahwa bagate bukanlah budaya tou Minahasa. Karena perlu Disadari, dengan kita menjaga perilaku dalam mengkonsumsi cap tikus, artinya kita juga menjaga Produksi cap tikus ini tetap bisa berjalan demi kesejahteraan masyarakat, pungkasnya.(alvi_kominfo)