Berita & Artikel
Tetap terinformasi dengan berita terbaru seputar kebijakan, pembangunan, dan kegiatan kemasyarakatan di Kabupaten Minahasa Selatan.
Wagub Suport Para Cabor, FDW Realisasikan Janjinya untuk Atlit
minselkab.go.id- Janji Ketua KONI Minsel Franky Donny Wongkar, SH yang juga sebagai Bupati Minsel saat melepaskan ratusan atlit Minsel untuk bertarung di Porprov Sulut ke-XI pada (14/11), jika para atlit berhasil mengharumkan nama Kabupaten Minsel dan menyumbangkan Medali, maka atlit tersebut akan diberikan bonus. Janji tersebut direalisasikan di Minggu (27/11) tepatnya di rudis Bupati Minsel di kelurahan Pondang Amurang Timur. Atlit Peraih 14 Medali Emas, 12 Medali Perak dan 35 Medali Perunggu bersama official dan manager ini diundang khusus oleh FDW sapaan akrab ketua KONI Minsel. Bahkan bukan hanya itu, Ketua KONI Sulut yang juga Wakil Gubernur Steven O Kandouw diundang untuk menyaksikan pemberian bonus kepada Peraih Medali serta bingkisan Natal bagi para atlit, official dan manager. Kandouw, dalam sambutannya mengaku sangat optimis di tahun-tahun mendatang Minsel akan tampil lebih baik dari Tahun ini. “Saya optimis Minsel kedepan akan jauh lebih baik. Buktinya apa?. Di catatan saya, baru KONI Minsel-lah yang pertama memberikan reward kepada Peraih Medali Porprov ke-XI. Tidak usaha tanya Kabupaten/Kota mana yang sudah memberi. Yang pasti mereka akan memberikan penghargaan atau bonus kepada atlit, mar’ ada depe mar’ (nanti tunggu APBD 2023 di sahkan atau diketuk). Kalu demikian, maka pasti paling cepat bonus itu diberikan nanti bulan Maret 2023 mendatang. Karena APBD mo’ konsultasi lagi di Provinsi selama 2 bulan,” tegas Wagub Sulut. Dia juga berterima kasih kepada Ketua Koni Minsel FDW. Ingat janji ketua KONI Minsel harus ditepati. Karena ada bahasa yang mengatakan, “Your Mounth is Your Guarantee” yang artinya “Mulutmu adalah jaminanmu”. Dan ini terbukti, b’lum lewat bulan November 2022, Ketua Koni Minsel langsung kase itu bonus atau hadiah bagi atlit yang meraih Medali Emas, Perak dan Perunggu. Bupati Minsel bukan Bupati wanggango, bukan Bupati daun lemong, bukan Bupati Oca-Oca tapi betul-betul Bupati Minahasa Selatan hebat.,” tegas Kandouw yang disambut tepuk tangan oleh para atlit, official dan manger. Kandouw mengaku salut dengan sepak terjang Ketua KONI Minsel Franky Donny Wongkar, SH. Karena Ketua KONI Minsel adalah orang olahragawan. “Pak FDW ini pemain bola yang jago dulu di DPRD Provinsi Sulut. Saya dengan pak Benny Ramdhani Bersama dengan ketua KONI Minsel ini, mereka berdua di penyerang sayap yang suka kocok-kocok bola, saya di belakang kasar sekali, siapa lewat pasti saya tendang,” kenang Wagub Sulut. Dia juga meminta agar KONI Minsel untuk melihat sepak terjang KONI Kota Tomohon. “Saya bincang-bincang dengan Ketua Koni Tomohon. Dia mengaku kalau dirinya tiba-tiba dapat ilham. Torang latih ini atlit karena di kinilow ada kolam renang. Pake pelatih dari Rindam. Pasti banyak Akmil-Akmil yang jago renang. Akhirnya para atlit dilatih dan Tomohon juara umum di renang. Padahal Tomohon tidak ada pantai, kita juga harus mampu mengidentifikasi seperti itu pak ketua KONI Minsel, agar banyak medali. Misalnya di Minsel banyak atletik, cabang-cabang olahraga perorangan seperti beladiri, karete, tinju, muangthay, kick boxing banyak nomor,” ucapnya. Sebenarnya lanjut Kandouw, penanganannya kalau komprehensif pasti lebih dari 14 Medali Emas untuk Minsel. Dan kota Tomohon, Bitung dan Manado jauh-jauh hari telah mempersiapkan ini. Mereka sudah tahu harus ambil apa dan ambil ini-itu. Jadi saya minta kita tetap focus. Dunia belum kiamat. Silakan mainkan ini. Karna 2024, Porprov ke-XII akan dilaksanakan di kota Manado. Kenapa Manado jadi tuan rumah?. Karena, agustus PON di Medan dan Banda Aceh. Bulan Juni yang juara-juara atau peraih medali langsung di training center (TC) di dalam. Jadi ajang Porprov 2024 sekaligus menambah modal pengalaman dan mental menghadapi PON di Medan dan Banda Aceh. “Untuk itu saya sangat berterima kasih untuk Minsel yang sudah berpartisipasi di Porprov. Yang dapat medali pertahankan dan kembangkan. Dan yang belum untuk tetap giat berlatih. Sama dengan bahasa orang Sangihe “Somahe Kai Kehage” arti pendeknya “Kerinduanku Tantanganmu”. Semboyan ini mengandung arti semakin besar tantangan yang kita hadapi, semakin gigih kita menghadapi tantangan sambil memohon kekuatan dari tuhan, pasti akan beroleh hasil yang gilang gemilang. Oleh karena itu orang Sangihe selalu suka tantangan. Kalau semboyan Minsel yaitu Cita Waya Esa,” tuturnya sambil memberi support bagi yang belum mendapat medali, berarti ini merupakan tantangan. Jangan kecil hati tapi ini suatu motivasi. Setiap atlit yang memboyong medali di Porprov Sulut ke-XI di Bolmong mendapat bonus yang berbeda. Untuk atlit beregu yang mendapat medali emas mendapat bonus Rp. 5 Juta. Sedangkan perorangan mendapat Rp. 3 Juta. Begitu juga dengan peraih perak beregu mendapat bonus Rp. 3 Juta, perorangan mendapat Rp.2 Juta. Dan peraih perunggu beregu mendapat bonus Rp. 2 Juta dan perorangan Rp. 1 Juta. Kemudian dari pribadi Bupati Minsel Franky Donny Wongkar, SH juga memberikan hadiah natal bagi para atlit, official dan manger. (alvi_kominfo)
Wongkar: Guru dan Generasi Muda Perlu Pendidikan Anti Korupsi
minselkab.go.id- Sosialisasi Pendidikan Anti Korupsi dan Ceramah Strategi Peningkatan Kualitas Pendidikan yang dipusatkan pada Perayaan Hari Guru Nasional ke-77 di Kabupaten Minahasa Selatan Jumat (25/11), menjadi ajang pembentukan karakter bagi para guru dan generasi muda yang ada di 17 Kecamatan, untuk mengenal lebih dekat dengan Pendidikan Anti Korupsi serta bagaimana menjalan Strategi Peningkatan Kualitas Pendidikan. Demikian dikatakan Bupati Minsel Franky Donny Wongkar, SH. Wongkar yang saat itu didampingi oleh Wakil Bupati Pdt. Petra Yani Rembang, MTh tetap mengajak semua penyelenggara pemerintahan didalamnya para kepala sekolah dan guru-guru, yang bersentuhan dengan pelayanan public untuk tidak melanggar aturan hukum yang berlaku. Karena, lewat kegiatan ini, kita semua akan menerima materi yang akan disampaikan oleh Pihak Polres Minsel yang diwakili oleh Kasat Reskrim AKP Lesly Lihawa, Kasie Intel Aldi Hermon, SH dari Kejaksaan Negeri Amurang, Inspektur Daerah Hendra Pandeynuwu, SE tentang seputar Pendidikan anti korupsi. Sedangkan Strategi Peningkatan Kualitas Pendidikan akan diurai oleh Prof Dr Roles Palilingan Dekan FMIPA UNIMA. “Tentu hal ini akan memberikan dampak positif pada kita semua. Apalagi kalau kita bertekat, untuk menghilangkan pungli-pungli yang berhubungan dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. Termasuk di sekolah-sekolah, agar pungli harus hilangkan. Kita harus memiliki tekat sama untuk brantas pungli-pungli yang ada. Sekali lagi, termasuk di lingkungan sekolah baik di SD dan di SMP,” tutup FDW dalam sambutannya. (alvi_kominfo)
Rayakan HGN ke-77, FDW : Saya Jadi Bupati Kar'na Jasa Para Guru
minselkab.go.id- Perayaaan Hari Guru Nasional ke-77 di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2022 yang dipusatkan di Gedung Wale Cita Waya Esa (Waleta) Kantor Bupati Minsel, Jumat (25/11) berlangsung sukses. Kegiatan ini, di buka secara resmi oleh Bupati Franky Donny Wongkar, SH didampingi Wabup Pdt Petra Yani Rembang, MTh, yang dirangkaikan dengan Apresiasi Kepala Sekolah, Guru, Siswa Inspiratif dan Berprestasi di Tingkat SD dan SMP, kemudian Sosialisasi Pendidikan Anti Korupsi, Ceramah Strategi Peningkatan Kualitas Pendidikan. “Saya dan Pak Wabup tadi sempat bercerita dan kami sangat bangga. Karena kita mempunyai guru-guru di Minsel yang luar biasa. Sebab disamping mereka memiliki tugas yang sangat mulia, mereka juga mampu mendidik anak-anak kita menjadi generasi yang sukses. Saya dan pak Wabup juga telah didik oleh para guru mulai dari TK, SD, SMP, SMA sampai Perguruan Tinggi, bahkan saya dan pak Petra boleh menjadi Bupati dan Wakil Bupati. Ini semua karna peran dari para guru,” tutur Wongkar suami tercinta anggota DPRD Minsel Elsye W. Sumual. FDW sapaan populis Bupati Minsel dipertegahan sambutannya sempat bersenda-gurau dan mengatakan, hari ini para guru dan siswa sudah mengenakan pakaian yang rapi, ada yang pakai dasi, ada juga yang memakai sepatu. Bahkan, ada juga yang memakai pakaian adat lengkap dengan hiasan-hiasannya. Ini semua pemberian dari Tuhan harus kita syukuri. Ayah tercinta dari Inri, Rael dan Eldo Wongkar ini menambahkan, bahwa Undang-undang telah mengamanatkan kepada kita untuk mencerdaskan kehidupan Bangsa. Dan siapa yang berhak untuk mencerdaskan generasi ini, itulah tugas dari para pendidik atau para guru-guru. “Jadi kita harus berbangga, kita punya guru. Dan saya harus katakan bahwa Tuhan itu adil. Mengapa ?. Coba kita bayangkan, kalo samua orang jadi guru lantas siapa yang akan jadi murid ?. Iya kan.? Hal ini juga berlaku jabatan dalam pemerintahan, kalau semua jadi PNS maka siapa yang akan kita urus lagi?. Begitu juga dengan jabatan Bupati dan Wakil Bupati, dalam pencalonan boleh lebih dari satu. Tetapi Ketika ditetapkan, tetap hanya satu Bupati dan satu Wakil Bupati. Inilah yang saya sebutkan tadi bahwa Tuhan itu adil,” ucap FDW Mantan Wakil Bupati Minsel Periode 2016-2021 juga menyadari, kadangkala sebagai orang tua, kita seringkali kesulitan untuk mendidik atau mengajar anak, cucu bahkan cece kita. Oleh karena itu, kita semua harus berbangga, lewat peran para guru-guru maka anak, cucu dan cece kita boleh mendapat pengetahuan, beraklak mulia, takut akan Tuhan dan berprestasi baik di kabupaten, Provinsi bahkan Nasional. Hal ini terlihat dari keikutsertaan sekolah-sekolah yang ada di Minsel dalam setiap perlombaan. Mudah-mudahan di tahun 2023 mendatang, PAUD, SD, SMP bisa meraih prestasi yang lebih dari tahun ini, harap mantan Direktur LHB Manado. Hadir dalam kegiatan tersebut Polres Minsel yang diwakili oleh Kasat Reskrim AKP Lesly Lihawa, Kasie Intel Aldi Hermon, SH dari Kejaksaan Negeri Amurang, Inspektur Daerah Hendra Pandeynuwu, SE dan Prof Dr Roles Palilingan, MS, Dekan FMIPA UNIMA, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Minsel Arthur Tumipa, MEd, DR Max Rembang, MSi Ketua Dewan Kependudukan Kabupaten Minahasa Selatan bersama seluruh pejabat teras pemkab Minsel, kepala sekolah dan guru-guru serta murid-murid dari SD dan SMP se-Minsel. (alvi_ulaan)
Peringati HKN, FDW Berikan Penghargaan Bagi Nakes & Faskes
minselkab.go.id- PeringatanHari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 di Kabupaten Minahasa Selatan yang dilaksanakan sejak 12 November 2022 hingga puncak acara pada Kamis (24/11) di Gedung Wale Cita Waya Esa (Waleta) Kantor Bupati Minsel dihadiri oleh Bupati Franky Donny Wongkar, SH. Dan di acara ini, Wongkar didampingi Wakil Bupati Pdt. Petra Yani Rembang, MTh menyerahkan beberapa penghargaan kepada Tenaga Kesehatan atau Tenaga Medis bersama Fasilitas Kesehatan seperti puskesmas dan Rumah Sakit sesuai dengan kategori yang diperlombakan. FDW saat menyerahan penghargaan ini mengatakan, bahwa penghargaan yang diberikan kepada Instansi atau pribadi Nakes yang berprestasi dalam perlombaan selama peringatan HKN ke-58 adalah bentuk motivasi yang harus dijaga dan ditumbuh kembangkan oleh tenaga media serta faskes untuk melayani masyarakat di bidang kesehatan. Oleh karena itu, semua kerja dan prestasi tersebut, diwujud-nyatakan dalam pemberian penghargaan ini, ucap FDW mantan Direktur LBH Manado. Lebih lanjut FDW menguraikan bahwa pemberian penghargaan ini diberikan sesuai kategori diantaranya, Pengelola Imunisasi Terbaik (Imunisasi Dasar Lengkap Melampaui Target), Pengelola Suverlains Terbaik (PD31), Penghargaan ASN tenaga Kesehatan atas dedikasi dalam pelayanan kesehatan (Memasuki Purnabakti), Perawat Terbaik, Dokter Terbaik, Puskesmas Terbaik Dalam Pengelolaan Administrasi dan Sistem Managemen, Pejuang Eliminasi Malaria, Pengelola Malaria Terbaik se-Sulut dan Penghargaan Minsel Eliminasi Malaria, urai ayah tercinta Inri, Eldo dan Rael Wongkar. Apa terlebih tambah FDW, pemberian penghargaan ini, untuk mengaktualisasikan peran serta pemerintah dalam memperingati HKN ke-58 Tahun 2022 yang mengusung tema "Bangkit lndonesiaku, Sehat Negeriku". Tema ini dipilih untuk menggambarkan bangkitnya semangat dan optimisme seluruh lapisan masyarakat lndonesia yang secara bersama, bahu-membahu, dan bergotong-royong dalam menghadapi situasi kesehatan di masa pandemi COVID-19, sehingga masyarakat lndonesia dapat kembali beraktivitas agar lndonesia kembali bangkit dan kembali sehat. “Tantangan yang kita hadapi sangat berat. Semua negara, diseluruh dunia, sedang menghadapi ujian. Krisis kesehatan akibat pandemi COVID-19 belum sepenuhnya pulih. Namun, di tengah tantangan yang berat, kita patut bersyukur, lndonesia termasuk negara yang mampu menghadapi krisis global ini. lndonesia termasuk negara yang berhasil mengendalikan pandemi COVID-19, termasuk lima besar negara dengan vaksinasi terbanyak di dunia, dengan lotal 442 juta dosis vaksin telah disuntikkan sampai dengan Oktober 2022,” ucap FDW saat membacakan sambutan Menteri Kesehatan RI Budi G. Sadikin. (alvi_kominfo) NAMA-NAMA NAKES DAN FASKES YANG MENERIMA PENGHARGAAN : 1. Pengelola Imunisasi Terbaik (Imunisasi Dasar Lengkap Melampaui Target) : Eben Muaja (PKM Modoinding) KapusSonya Salomoms (PKM Amurang Barat)Triposa Ponga (PKM Tatapaan)Yurike Kaligis (PKM Maesaan) KapusChristin Wongkar (PKM Ongkaw) 2. Pengelola Suverlains Terbaik (PD31) Jois mandagi (PKM Modoinding)Ermi Sorongan (PKM Amurang Barat)Lady Pangemanan (PKM Poopo)Sri Ardani (PKM Amurang) 3. Penghargaan ASN tenaga Kesehatan atas dedikasi dalam pelayanan kesehatan (Memasuki Purnabakti) dr. F.M RasuballaNs. Clara LimpeleStyven Stenly Umboh , AMKLReni TaneteNelly Diane WewengkangMeike Selfie Kalumata 4. Perawat Terbaik : Ns. Yiyin Maryensi Pansing, S.Kep (Puskesmas Ongkaw) 5. Dokter Terbaik : dr. Yulita Rinny Inkiriwang (Puskesmas Modoinding) 6. Puskesmas terbaik dalam pengelolaan administrasi dan sistem managemen : Puskesmas Ongkaw 7. Imunisasi Dasar Lengkap Tahun 2022 Puskesmas Ongkaw 8. Pejuang Eliminasi Malaria Kabupaten Minsel: Puskes poopoPuskes amurangDirektur RS Kalooran, RS Kantia Tompaso Baru, RSUD Amurang, 9. Pengelola Malaria Terbaik se-Sulut a.n Lindah Mirah, S.KM 10. Penghargaan Minsel Eliminasi Malaria (sudah diterima dari provinsi) 19/11/2022 dan (Sertifikat dari Kemenkes akan diserahkan saat hari malaria sedunia April 2023)
Hadiri RAKORLINSEK Padinakes Kemenkes Manado, FDW Tandatangani MoU
minselkab.go.id- Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, SH, Kamis (24/11) di ruangan Bunaken Hotel Quality Manado, menghadiri acara Koordinasi Lintas Sektoral dan Evaluasi Program Padinakes Tahun 2022 Poltekes Kemenkes Manado. Dalam kegiatan tersebut, FDW sapaan populis Bupati Minsel, tercatat sebagai satu-satunya Bupati/Walikota se-Sulawesi Utara yang menghadiri acara tersebut. Tak heran, kehadiran FDW disambut antusias oleh Direktur Kementerian Kesehatan Manado Dra. Elisabeth Natalia Barung, M.Kes, Apt Bersama jajaran dan para undangan lainnya. Pada awal kegiatan tersebut, Barung menjelaskan bahwa Program Afirmasi Pendidikan Tinggi Tenaga Kesehatan atau Padinakes, adalah program keberpihakan pemerintah yang diatur secara khusus untuk memberikan akses seluas-luasnya kepada siswa lulusan SMA sederajat yang berasal Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan dan beberapa wilayah tertentu dengan permasalahan kesehatan dan/atau mahasiswa pada tahun terakhir yang akan ditempatkan di daerah Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan dengan permasalahan kesehatan, sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. “Padinakes ini bertujuan untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada lulusan SMA sederajat dari putra-putri diutamakan Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan dan daerah bermasalah kesehatan, untuk memperoleh pendidikan tinggi di Poltekkes Kemenkes. Bahkan, calon mahasiswa baru Padinakes melalui seleksi khusus, dapat diprediksi mampu beradaptasi dengan cepat dan menyelesaikan studinya sesuai ketentuan yang berlaku di Poltekkes Kemenkes, sehingga bisa menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas lulusan Poltekkes Kemenkes dari putra-putri Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan dan daerah bermasalah kesehatan yang dapat berkontribusi dalam pembangunan Nasional dan daerahnya melalui pemenuhan tenaga di Puskesmas,” ujar Barung. Dipertengahan acara tersebut, Bupati Minahasa Selatan atas nama Pemkab Minsel melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Direktur Kementerian Kesehatan Manado Dra. Elisabeth Natalia Barung, M.Kes, Apt dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi Pendidikan khususnya dibidang Pendidikan, Penelitian, pengabdian kepada masyarakat serta bentuk-bentuk kegiatan lain. “Maksud daripenandatanganan Nota Kesepahaman ini, guna untuk peningkatan hubungan kelembagaan, kemitraan serta saling membantu dalam melaksanakan Pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan baik civitas akademika Poltekes Manado maupun pemkab Minsel sendiri, tegas FDW suami tercinta anggota DPRD Minsel Elsye W. Sumual. Hadir dalam kegiatan tersebut masing-masing Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Kemenkes RI drg. Arianti Anaya, MKM, Direktur Penyediaan Tenaga Kesehatan Kemenkes RI, Dra Oos Fatimah Rosyati, M.Kes, Direktur Pendayagunaan Tenaga Kesehatan Kemenkes RI Anna Kurniati, SKM, MA, PhD, Sekprov Sulut Steven H. Kepel, ST, MSi, Wakil Bupati Talaud Drs. Mocktar Arunde Parapaga, Sekdakab Minahasa Frits Muntu, SSos, Kepala BKD Provinsi Sulut Clay Dondokambey, SSTP, MAP, Kepala Badan kepegawanan dan SDM Kabupaten Minahasa Selatan Sonny Makaenas, AP, SIP, MSi dan Kadis Kominfo Minsel Ir. Max H. Weken dan pejabat teras Poltekes lainnya. (alvi_kominfo)
Buka Bimtek Implementasi FMIS, FDW Tandatangani MoU Bersama BPKP Sulut
minselkab.go.id- Bimbingan Teknis (Bimtek) SIMDA Next Generationmelalui produk aplikasi dari Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulawesi Utara yaitu Finansial Management Information System (FMIS), secara resmi dibuka oleh Bupati Minsel Franky Donny Wongkar, SH Selasa (22/11) di Hotel Gran Puri Manado. Wongkar dalam sambutannya mengatakan bawa dirinya sangat bersyukur dan memberi penghargaan setinggi-tingginya kepada kepla Kantor Perwailan BPKP Provinsi Sulut yang selalu memberikan nilai positif bagi Pemkab Minsel dalam hal pengelolaan keuangan. "Tentunya selaku Pemkab Minsel saya mengucapkan terima kasih kepada Kepala BPKP Perwakilan Sulut yang boleh bersama dengan Pemkab Minsel. Apa terlebih, kehadiran BPKP Sulut telah membawa hal-hal positif dan banyak keuntungan bagi para Kepala Perangkat Daerah, Ibu Sekda, Pak Wakil Bupati juga para peserta baik Bendahara SKPD maupun Operator SIMDA-NG/FMIS dalam pelaksanaan tugas di SKPD masing-masing," tegas Wongkar yang juga akrab dikenal sebagai Sekretaris DPD PDI-P Sulut ini . Lelaki low profil ini menyadari bahwa, penerapan dan implementasi FMIS ini, ternyata dalam pelaksanaan mulai dari perencanaan sampai pada laporan keuangan, akan sangat terbantu oleh sistem aplikasi FMIS ini. "Dulu disebut SIMDA. Sekarang SIMDA Next Geration atau FMIS dan semuanya ini ternyata produk dari BPKP. Ini jelas, bahwa melalui aplikasi FMIS ini, BPKP menginginkan agar supaya dalam pengelolaan keuangan daerah di Minsel, boleh berjalan dengan baik dan benar untuk kesejahteraan masyarakat. Artinya, aplikasi teknis ini sangat penting bagi kita semua dalam rangka kita mengawal aktivitas perencanaan, penatausahaan keuangan hingga pada akutansi dan pelaporan keuangan kedepan, mudah-mudahan tidak ada lagi masalah-masalah tentang pengelolaan keuangan di Minsel," ucap FDW mantan Wakil Bupati Minsel Periode 2016-2021. Ayah tercinta Inri, Rael dan Eldo Wongkar ini berharap agar pada para peserta yang mengikuti Bimtek ini, akan menjadi motor penggerak. "Selain menjadi motor penggerak di lingkungan kerja ibu/bapak untuk mengimplementasikan aplikasi ini. Saya mau ingatkan jangan sampai ibu/bapak bendahara dan operator tidak bisa mengimplementasikan materi-materi yang didapat dari Bimtek ini. Sekali lagi, saya tegaskan bahwa bimtek ini tujuannya untuk meningkatkan kompetensi dari ibu/bapak. Kalau cuma biasa-biasa berarti di sekolah oknum tersebut pasti tidak lulus, hal ini bagi saya dan pak Wabup akan sangat mengganggu pengelolaan keuangan kedepan. Jadi saya berharap dan saya terlalu yakin agar operator dan bendahara sudah menerima materi dengan baik. Dan yang paling penting, ibu/bapak dapat mempertanggungjawabkan melalui pelaksanaan tugas di masing-masing SKPD," tutup FDW diakhir sambutan sambil membuka secara resmi membuka Bimbingan Teknis Implementasi dan Penerapan Aplikasi Financial Management Information System (FMIS). Selanjutnya, Bupati Franky Donny Wongkar atas nama Pemkab Minahasa Selatan melakukan penandatanganan Nota Kesepakatan dengan Beligan Sembiring Kepala Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Utara tentang Pengembangan Manajemen Pemerintah Daerah di Lingkungan Pemerintah Minahasa Selatan. Keduanya bersepakat sesuai dengan ruang lingkup yang tertera dalam Nota Kesepakatan tersebut. Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Minsel Pdt. Petra Yani Rembang, MTh, Sekda Minsel Glady Kawatu, SH, MSi, para pejabat BPKP Sulut serta sejumlah Kepala SKPD. (alvi_kominfo)
Hadiri Closing Ceremony, FDW Bangga Minsel Boyong 62 Medali
minselkab.go.id - Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Utara (PORPROV-SULUT) ke-XI yang dibuka oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey, SE pada 14 November 2022 dan telah resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Sulut Drs. Steven OE Kandouw di halaman Kantor Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow (21/11) berlangsung sukses. Bahkan, even olahraga dua tahunan di Provinsi Sulut ini, telah menjadi ajang pembuktian bagi 15 Kabupaten/Kota di Sulut, setelah masing-masing kabupaten/kota menurunkan ratusan atlit untuk memperebut 365 medali yang disiapkan dalam pertadingan Porprov Sulut kali ini. Buktinya, kabupaten Minsel walaupun hanya mengikuti beberapa Cabang Olahraga (Cabor) yang dipertandingkan. Namun, para atlit asuhan Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, SH ini mampu mempersembahkan yang terbaik dan mengharumkan Minahasa Selatan di ajang Porprov Sulut ke-XI setelah para atlit mampu memboyong 62 Medali yang terdiri dari 15 Medali Emas, 12 Medali Perak dan 35 Medali Perunggu.FDW sapaan akrab Bupati Minsel saat menghadiri Closing Ceremony Porprov Sulut di Bolaang Mongondow terlihat senyum lebar setelah kontigen Minahasa Selatan bisa memperbaiki peringkat dan masuk 10 besar bersama kabupaten/kota yang lain di ajang Porprov Sulut ke-XI. Apalagi, ketika Pj. Bupati Bolaang Mongondow Ir. Limi Mokodompit, MM selaku ketua umum pelaksana menyampaikan laporan kepada wakil Gubernur tentang peringkat dar masing-masing kabupaten/kota termasuk kontingen Minsel di Porprov ke-XI ini. "Minsel masuk 10 besar pada Porprov Sulut kali ini dengan jumlah Medali 62 masing-masing 15 Medali Emas, 12 Medali Perak dan 35 Medali Perunggu," ucap Limi sekaligus memberikan penghargaan kepada ketua KONI Kabupaten Minsel Franky Donny Wongkar, SH. Suami tercinta anggota DPRD Kabupaten Minsel Elsye W Sumual sendiri mengaku sangat bersyukur dengan prestasi para atlit yang sudah berjuang di Porprov Sulu ke-XI kali ini. "Kami sangat bersyukur dengan prestasi para atlit Minsel. Karena mereka telah mempersembahkan yang terbaik untuk Minahasa Selatan, mereka telah memperbaiki peringkat dan memboyong 62 medali. Ini sangat luar biasa walaupun saya harus mengakui dan menyadari bahwa kontingen Minsel berada dalam segala keterbatasan. Tapi, mereka masih bisa mengharumkan nama Minsel di ajang Provinsi Sulut," tegasnya singkat. (alvi_kominfo)
Kepala BPS Sulut : Minsel & Boltim Angka Terendah dari Indikator Kemiskinan Ekstrim
minselkab.go.id- Ada yang menarik dibalik Rapat Rapat Koordinasi Evaluasi (Rakorev) Hasil Pembangunan sampai dengan Triwulan III Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2022 yang dilaksanakan di Grand Kawanua Hotel Manado yang dibuka secara langsung oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey, SE. Apa itu ?. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara Asim Saputra SST, M.Ec. Dev diberikan kesempatan untuk menyampaikan materi atau laporan kepada Gubernur, Wakil Gubernur, Forkopimda Sulut dan para Bupati serta Walikota se-Sulawesi Utara. Buktinya, Asim Saputra yang akrab dikenal sebagai mantan Koordinator Fungsi Statistik Sosial di BPS Jawa Timur (Jatim) ini mengaku, bahwa dari 15 kabupaten/Kota di Sulut, hanya dua Kabupaten yaitu Kabupaten Minahasa Selatan yang dipimpin oleh Franky Donny Wongkar, SH dan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur yang nakodai oleh Sam Sachrul Mamonto S.Sos,M.Si yang tercatat sebagai Kabupaten yang memiliki angka terendah dari indicator Kemiskinan Ekstrim se-Provinsi Sulut. “Sebelumnya, 15 Kabupaten/Kota di Sulawesi Utara yang tercatat masih ada kemiskinan ekstrim. Namun, di Tahun 2022 ini, ada 2 (dua) Kabupaten yang indicator kemiskinan ekstrimnya, mencapai titik nol. Dua Kabupaten itu adalah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dan kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Ini capaian-capaian yang menggembirakan kita kesemua. Data statistic (maksudnya BPS Sulut) tidak pernah bohong. Dan hal ini menunjukan bahwa kinerja kita sangat baik dalam penanggulangan kemiskinan,” tegasnya. Dia juga menjelaskan, bahwa dalam penanggulangan atau menurunkan angka kemiskinan ada rumusan yang sangat sederhana. Yaitu, pertama memperhatikan sisi pengendalian harga. “Jadi kalau kita bicara inflasi, dampak ke warga miskin itu sangat terasa. Kita terdorong dari inflasi secara umum, maka garis kemiskinan kita naik, angka kemiskinan kita juga terderek naik. Kuncinya pengendalian harga,” kuncinya. Kedua, tambah Asim Saputra, perlu dorongan agar warga miskin ini memiliki uang sehingga mereka bisa belanja. Namun yang sangat disayangkan adalah pada kelompok warga miskin, kalau kita melihat penyebab kemiskinan ada pada konsumsi rokok terbesar kedua setelah konsumsi beras. Mohon maaf bagi para ahli hisap. Ketiga Kesehatan warga. Derajat Kesehatan, kalau kita bicara IPM pasti akan berhadapan dengan angka harapan hidup yaitu menurunkan tingkat kematian bayi yang signifikan, kuncinya. Sementara itu, Bupati Minsel Franky Donny Wongkar, SH mengaku bahwa penanganan atau penanggulangan kemiskinan ekstrim yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Minsel belakangan ini, terpusat pada penanganan dan penanggulangan warga/masyarakat terhadap kondisi ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti kebutuhan makanan, air minum bersih, sanitasi yang layak, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan, dan akses informasi yang tidak hanya terbatas pada pendapatan, tapi juga akses pada layanan sosial. “Kami tetap melayani dan selalu cepat tanggap dalam penanganan dan penanggulangan kemiskinan. Hal ini kami lakukan agar kami bisa memperkecil angka kemiskinan di Minsel. Dan ternyata, upaya pemkab dan seluruh stakeholder, ternyata bisa menekan kemiskinan ekstrim itu hingga angka nol sesuai dengan laporan Kepala BPS Sulut pada Rakorev Pembangunan di triwulan III Tahun 2022 ini. Dan kami tidak akan berhenti sampai disini, kami akan terus berupaya untuk bergandengan tangan dengan seluruh pemangku kepentingan agar bisa mempertahankan angka ini,” harap suami tercinta Anggota DPRD Minsel Elsye W Sumual. (alvi_kominfo)
Rakorev Fokus Pada Inflasi, Kemiskinan & Pangan, FDW Siap Tindaklanjuti Arahan OD
minselkab.go.id- Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, SH, Rabu (16/11) menghadiri Rapat Koordinasi Evaluasi (Rakorev) Hasil Pembangunan sampai dengan Triwulan III Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2022 yang dilaksanakan di Novotel Manado Golf Resort and Convention Center yang dibuka secara langsung oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey, SE. Menurut FDW sapaan akrab Bupati Minsel, apa yang menjadi arahan pak Gubernur Sulut akan dipersiapkan dengan baik serta ditindaklanjuti oleh pemerintah kabupaten Minahasa Selatan. “Kami akan mempersiapkan dengan baik semua yang dibutuhkan sesuai arahan dari Pak Gubernur dan menindaklanjutnya sesuai harapan Pak OD,” tegas FDW. Apalagi, lanjut Suami tercinta Anggota DPRD Minsel Elsye W. Sumual ini, bahwa arahan dari Pak Gubernur Sulut adalah arahan dari Pemerintah Pusat. Sebab sebagaimana dalam sambutan Pak Gubernur, beliau mengatakan bahwa sesuai dengan PP 33 2018 tentang pelaksanaan tugas dan wewenang Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat. Maka tugas Gubernur selain melaksanakan tugas pembinaan dan pengawasan, juga mempunyai tugas dan wewenang untuk menyelaraskan perencanaan antar daerah Kabupaten/Kota dan Provinsi dan Kabupaten/Kota. Selanjutya aturan mengamanatkan bahwa Pemerintah Provinsi perlu melakukan pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan RKPD antar Kabupaten/Kota. Hal ini kata Gubernur seperti yang di kutip FDW, bahwa penting untuk dilakukan, mengingat bahwa target pembangunan Provinsi hanya dapat dicapai dengan adanya kontribusi pemerintah Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya. Oleh karena itu, secara berkala setiap tahun Pemerintah Provinsi melakukan evaluasi terhadap hasil pelaksanaan RKPD Kabupaten/Kota sebagai salah satu wadah bagi pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk secara bersama-sama bersinergi melakukan penyelarasan program-kegiatan proyek, target lokasi, anggaran dan pembangunan daerah antar Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota pada masing-masing bidang pemerintahan, kata ayah tercinta dari Inri, Rael dan Eldo Wongkar ini mengutip arahan Gubernur OD. Mantan Direktur LBH Manado ini mengaku bahwa pak Gubernur Sulut telah mendengar laporan capaian pembangunan dan permasalahan-permasalahan pembangunan Kabupaten/Kota yang telah kami sampaikan. Oleh karena itu, beliau menyarankan ada beberapa hal penting yang perlu kita garis bawahi bersama untuk menjadi perhatian kita dalam rangka menghadapi krisis ekonomi global di tahun-tahun mendatang. “Tentunya kami juga mengharapkan masukan dari Forum Pimpinan Daerah Sulut dalam rangka pembangunan keamanan dan pertahanan yang ada di Sulawesi utara. Agar supaya apa yang kita harapan kedepan terhadap pembangunan dan investasi di Sulut betul-betul selaras,” kata OD seperti yang ditiru oleh FDW . Selain itu, Wongkar yang juga sekretaris DPD PDI-P Sulut ini mengaku bahwa Pak Gubernur menekankan soal Inflasi. Menurut beliau, Inflasi di daerah kita rata-rata disebabkan oleh kelompok bahan makanan. Maka ketersedian dan distribusi bahan terutama produk pertanian agar mendapat perhatian. Selanjutnya, dalam rangka pengendalian inflasi, yang secara Nasional terus dipantau, maka ada 6 aksi yang perlu dilakukan oleh masing-masing daerah : Melaksanakan operasi pasar, Melaksanakan sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan barang, Kerjasama dengan aderah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan, Gerakan menanam, Merealisasikan Biaya Tak Terduga, Dukungan transportasi dari APBD tertutama daerah yang ada di kepulauan. Begitu juga dengan program penghapusan kemiskinan ekstrim lanjut FDW. Bahwa sebagaimana arahan Pak OD, bahwa Pemerintah pusat menargetkan nol persen di tahun 2024, Oleh karena itu, Pak OD mengharapkan seluruh Kabupaten/Kota berperan aktif dalam upaya pencapaian target tersebut. Adapun upya yang perlu dilakukan oleh kabupaten kota adalah mendata Kembali keberadaan masyarakat miskin di masing-masing Kabupaten/Kota dan mencari tahu secara pasti akar permasalahan yang menyebabkan terjadinya kemiskinan ekstrim tersebut dan mengambil tindakan yang tepat untuk menanggulanginya. Saat ini BPS lagi mendata Kembali secara menyeluruh di wilayah Sulawesi Utara untuk program SATU KARTU KEMISKINAN. “Jadi kami sangat mengharapkan, peran Kepala Daerah di masing-masing wilayahnya untuk mengsuport kegiatan yang dilakukan oleh BPS yang ada di wilayah Sulawesi Utara,” ucap Gubernur seperti yang dikutip FDW. Lebih jauh lagi yang disampaikan Gubernur seperti yang dikatakan oleh FDW, bahwa mewujudkan Ketahanan Pangan dan Kedaulatan Pangan. Terkait hal ini tentu kita memahami betul menyangkut ketahanan pangan, ketersediaan pangan tapi belum tentu pangan itu hasil dari produk kita sendiri. Yang jelas kalau kedaulatan pangan adalah pangan ayang kita hasil sendiri, atau kemandirian dan kita persiapkan bersama. Diharapkan masing-masing Kabupaten/Kota melakukan perhitungan secara pasti kebutuhan pangan di wilayahnya untuk menyiapkan kebutuhan pangan diwilayahnya. Peningkatan dan penggunaan produk dalam negeri untuk mengerakan perekonomian daerah, agar memaksimalkan pemanfaatan produk dalam negeri, produk lokal secara khusus produk UMKM, tegasnya. Selanjutnya untuk kelancaran pembangunan kedepan, kata Gubernur lanjut FDW, kita dapat berkomitmen untuk hal-hal sebagai berikut, mengoptimalkan dukungan daerah dalam memaksimalkan pembangunan daerah terutama pembangunan infrastruktur yang diselenggarakan pemerintah pusat di daerah, hal ini mutlak membutuhkan dukungan pemerintah daerah, contohnya dalam penyediaan lahan yang clean and clear untuk pembangunan proyrek infrastruktur. Dan melakukan pendataan penerima manfaat dan lokus kegiatan pembangunan yang actual dan factual agar kegiatan pembangunan dapat berhasil dan tepat sasaran. Olehkarena itu pemerintah daerah dapat menyediakan data yang valid. Juga, koordinasi harus yang lebih intens antara pusat dan daerah salah satu syarat terwujudnya kesamaan pemahaman dalam melakukan kebijakan dan target pembangunan, tutup FDW . (alvi_kominfo)