Berita & Artikel
Tetap terinformasi dengan berita terbaru seputar kebijakan, pembangunan, dan kegiatan kemasyarakatan di Kabupaten Minahasa Selatan.
Minsel Ketambahan 10 Ribu Peserta BPJS Kesehatan, FDW : Ini Hadiah Istimewa di Hari Pahlawan
minselkab.go.id- Lobi-lobi khusus Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Selatan untuk mengatasi permasalahan di bidang Kesehatan yang dialami oleh warga dan masyarakat yang kurang mampu, tahap demi tahap mulai teratasi. Buktinya, usulan Pemerintah Desa dibulan Oktober 2022 melalui aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) yang sudah di verifikasi oleh Pemkab Minsel untuk diajukan ke pemerintah pusat, akhirnya di respon oleh pemerintah pusat dengan cara menambahkan daftar Peserta Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN) bagi Minahasa Selatan dari 68 ribu menjadi 78 ribu lebih. Demikian dikatakan Bupati Minsel Franky Donny Wongkar, SH diruang kerjanya. Menurut FDW sapaan akrab Bupati Minsel, di bulan November 2022 ini, Minahasa Selatan mendapat ketambahan 10 ribu peserta dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. “November ini BPJS Kesehatan dari Pemerintah Pusat telah membebaskan biaya pengobatan bagi 10 ribu warga Minahasa Selatan yang kurang mampu. Bulan September kemarin kuota penerima BPJS Kesehtan di Minsel sekitar 68 ribu. Dan sekarang (November) ada 10 ribu lagi peserta yang baru atau warga Minsel yang mendapat kartu BPJS Kesehatan dari pemerintah pusat,” urai suami tercinta anggota DPRD Minsel Elsye Sumual. Dia juga mengatakan bahwa, pemkab Minsel sangat-sangat berterima kasih kepada pemerintah yang sudah merespon usulan dari pemerintah daerah. Ketambahan 10 ribu peserta BPJS Kesehatan di Minsel oleh Pemerintah Pusat adalah hadiah khusus bagi warga dan masyarakat Minahasa Selatan di Hari Pahlawan 10 November 2022. “Ini hadiah istimewa bagi warga atau keluarga yang kurang mampu di Minahasa Selatan tepatnya di Hari Pahlawan 10 November. Oleh karena itu di hari ini juga saya telah menyerahkan secara simbolis di acara peringatan upacara ini,” ucap ayahanda Inri, Rael dan Eldo sambari tetap berjuang agar warga Minahasa Selatan khususnya keluarga yang kurang mampu tetap menjadi Kelompok Penerima Manfaat (KPM) melalui program Bantuan Langsung Tunai (BLT), PKH, BPNT dan BPJS Kesehatan. (alvi_kominfo)
Bupati dan Wabup Hadiri Penutupan TMMD ke-115 di Minsel
minselkab.go.id- Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, SH dan Wakil Bupati Minsel Pdt. Petra Yani Rembang, MTh, Rabu (09/11) menghadiri acara penutupan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-115 di Desa Tondey Kecamatan Motoling Barat kabupaten Minahasa Selatan. Acara penutupan tersebut, dipusat di Lapangan Desa Tondey dan tampil sebagai Inspektur Upacara Kasrem 131/Santiago Kolonel Inf Hengki Yuda Setiawan. Hengki saat membacakan sambutan tertulis Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Denny Tuejeh mengatakan, bahwa kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahun 2022, dapat dijadikan sebagai momentum untuk menjalin Kemanunggalan TNI dengan rakyat, kehadiran TNI kiranya dapat menjadi suri teladan bagi masyarakat dalam melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan kegotongroyongan. Dan jika ada tutur kata, tindakan yang dilakukan prajurit TNI selama melaksanakan kegiatan di Desa Tondey, saya mohon maaf dan siap untuk diperbaiki, ungkap Tuejeh seperti yang dibacakan oleh Kasrem 131/Santiago Kolonel Inf Hengki Yuda Setiawan. Sementara itu Letkol (Inf) Ircham Effendy Komandan Kodim 1302/Minahasa selaku Dansatgas TMMD ke 115 TA 2022 di Minahasa Selatan melaporkan kegiatan TMMD di Desa Tondey mulai 11 Oktober hinga 09 November 2022. Dalam kurun waktu selama 1 bulan ini, personil pihak TNI 127 prajurit, 12 personil Polres Minsel, 11 PNS Minsel, 50 warga Tondey telah berhasil melaksanakan beberapa kegiatan masing-masing : kegiatan Pengerasan jalan di Desa Tondey-Pelita sepanjang 2,8 Km dengan lebar 8 meter, 1 buah plat dueker di Desa Tondei Panjang 2,80 m x Lebar 6 m, Pengecatan 2 unit Gereja di Desa Tondey, Pembuatan 2 unit MCK di Desa Tondey, Pembuatan pos Kamling 1 unit di Desa Tondey. Sedangkan kegiatan nonfisik lainnya yang sudah dilaksanakan adalah penyuluhan/sosialisasi wawasan kebangsaan deradikalisasi terorisme, kamtibmas, narkoba/miras, pertanian, covid 19, stunting, posbindu PTM, posyandu. “Semua kegiatan ini berjalan dengan talangan dari TNI sebesar Rp. 505. Juta dan dari Pemkab Minsel melalui APBD Rp. 1 Miliar,” ungkap Ircham. Bupati Minsel Franky Donny Wongkar, SH juga mengapresiasi pihak TNI yang sudah membantu Pemda Minsel secara khusus warga dan masyarakat yang ada di Dusun Pelita Desa Tondey kecamatan Motoling Barat. “Kami sangat berterima kasih, pak Pangdam, Danrem dan Dandim telah memiliki Desa Tondey Motoling Barat Minahasa Selatan untuk dijadikan sebagai pusat kegiatan TMMD ke-115 dengan tema TMMD dedikasi terbaik membangun NKRI. Dan dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat Pelita Tondey,” tegas FDW didampingi wakil Bupati Minsel Pdt. Petra Yani Rembang, MTh, Kapolres Minsel AKBP Bambang Harleyanto, Kajari Minsel Budi Hartono S.H., M.Hum, Kapolsek Motoling, Camat Motoling Barat, Motoling dan Motoling Timur, Kadis Kominfo Minsel Ir. Max Weken dan seluruh pejabat teras kecamatan dan Desa. (alvi_kominfo)
Ditangan FDW, Akhirnya Warga ‘Dusun Pelita’ Tondey Nikmati Kemerdekaan
Bupati Minsel dan Kasrem 131/Santiago saat tiba di Desa Tondey minselkab.go.id- Figur Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, SH adalah sosok yang bersejarah bagi warga Desa Tondey kecamatan Motoling Barat khususnya masyarakat yang bermukim di dusun jauh Pelita. Pasalnya, di tangan ayahanda dari Inri, Rael dan Eldo Wongkar ini, warga yang berada didaerah terpencil di kabupaten Minahasa Selatan akhirnya menikmati kemerdekaan yang selama ini jadi impian warga berpuluh-puluh tahun yang lalu. “Kami sangat bersyukur karena kerinduan kami untuk memiliki infrastruktur jalan penghubung antara Dusun Pelita dengan Desa Induk Tondey Raya bisa selesai dan bisa digunakan oleh masyarakat,” ucap puluhan warga Pelita saat menyambut rombongan Bupati Minsel Franky Donny Wongkar, SH pada upacara penutupan sekaligus kunjungan lapangan di lokasi Pembangunan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-115 Rabu (09/11). Bupati Minsel dan Karsem 131/Santiago saat tiba di Dusun Jauh Pelita Desa Tondey Bahkan dengan haru, warga Dusun Jauh Pelita-Tondey ini, menyampaikan terima kasih atas kerja keras Bupati Minsel FDW bersama dengan Pandam XIII/Merdeka dalam program TMMD ke115 di Desa Tondey kecamatan Motoling Barat. “Sejak Minsel resmi menjadi daerah otonom, baru kali ini akses jalan Tondey ke Pelita layak untuk dilalui. Ternyata ditangan Bupati Wongkar, akhirnya jalur Tondey-Pelita bisa merdeka. Terima kasih untuk bantuan 1 Miliar dalam pembangunan perkerasan jalan Tondey-Pelita dari APBD Minsel dan Rp. 505 Juta dari pihak TNI sehingga pekerjaan perkerasan jalan bisa selesai dengan baik,” tutup tokoh-tokoh masyarakat pelita Tondey kepada FDW. Kasrem 131/Santiago Jadi Inspektur Upacara TMMD ke 115 di Desa Tondey Minsel FDW sapaan akrab Bupati Minsel juga mengaku sangat bersyukur atas kebersamaan yang tercipta antara Pemerintah Daerah Kabupaten Minahasa Selatan dan Institusi TNI dibawah komando Pandam XIII/Merdeka, Korem 131/Santiago dan Dandim 1302 Minahasa selama satu bulan dalam kegiata TMMD ke-115. Karna, TNI melalui program ini sudah sangat membantu pemda Minsel dalam membangun infrastruktur yang ada di Pelita Tondey. “Mudah-mudahan kedepan pemkab Minsel bisa mealokasikan anggaran untuk pekerjaan peningkatan jalan bagi akses Pelita-Tondey seperti pengaspalan,” kata suami tercinta Anggota DPRD Minsel Elsye Sumual. Sementara itu, Kasrem 131/Santiago Kolonel Inf Hengki Yuda Setiawan mengaku sangat berterima kasih atas kolaborasi yang tercipta antara TNI dan Pemkab Minsel serta seluruh stakeholder sehingga program TMMD ini boleh terlaksana dan memberi manfaat bagi masyarakat, tegas Hengki. Hadir dalam acara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-115 Rabu (09/11), wakil Bupati Minsel Pdt. Petra Yani Rembang, MTh, Ircham Effendy Komandan Kodim 1302/Minahasa selaku Dansatgas TMMD ke 115 TA 2022, Kapolres Minsel AKBP Bambang Harleyanto, Kajari Minsel Budi Hartono S.H., M.Hum, Kapolsek Motoling, Camat Motoling Barat, Motoling dan Motoling Timur, Kadis Kominfo Minsel Ir. Max Weken dan seluruh pejabat teras kecamatan dan Desa. (alvi_kominfo)
FDW: KELUARGA TAK MAMPU DI MINSEL SELALU MENDAPAT PERHATIAN ISTIMEWA
minselkab.go.id- Walaupun tingkat kemiskinan di kabupaten Minahasa Selatan sejak tahun 2019-2021 berada pada angka 9,2 s/d 9,3. Namun sejumlah terobosan terus digalakan untuk menekan lajunya kemiskinan di kabupaten Minahasa Selatan. Bahkan berbagai strategi terus dilakukan oleh Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, SH bersama Wakil Bupati Pdt. Petra Yani Rembang, MTh untuk menurunkan angka prosentase kemiskinan di Minsel. Hal ini diawali dengan survey pemerintah terhadap kemiskinan di Minsel. Demikian dikatakan Plt. Kadis Kominfo Ir. Max H. Weken. Menurut Max, kegiatan ini telah dilakukan sejak kepemimpinan FDW-PYR memimpin Minsel. Dan kegiatan survey ini dilakukan secara berkala untuk memotret dan merekam secara langsung kondisi keluarga termasuk penyebab-penyebanya, kemudian langka-langkah antisipasinya bagi warga atau keluarga tak mampu itu yang butuh perhatian serius dari pemerintah daerah di 17 Kecamatan dan 177 Desa/Kelurahan di Minahasa Selatan. Dan untuk keluarga tidak mampu, selalu mendapat perhatian istimewa dari Bupati FDW, ucap Weken. Seperti halnya dengan Keluarga Taher Kamurat yang ada di Desa Arakan Kecamatan Tatapaan yang terletak di Jaga VII. Keluarga ini, lanjut Max yang didampingi Kadis kesehatan dr. Erwin Schouten terdiri dari 7 anggota keluarga masing-masing Abubakar Taher (suami), Rohani Kamurat (istri) , dan kelima anaknya yakni Arman, Kamarudin, Mirnawati, Safitri dan Naujulia, telah mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan Minsel. “Mereka ini, di bebaskan biaya dalam perawatan di Fasilitas Kesehatan seperti Puskesmas yang ada di Minahasa Selatan bahkan sampai pada pelayanan di RSUD Amurang. Semua pengobatannya tidak dipunggut biaya.,” Jadi keluarga ini telah mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah sejak tahun kemarin dan hal ini sudah disampai-sampaikan kepada kepala puskes untuk diteruskan ke Hukum ua dan Lurah,” jelas Edwin Scouten Disisi lain, pemerintah kabupaten melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) telah berkali-kali mewarning para Camat dan Hukum Tua se-Minsel agar masalah keluarga Miskin adalah prioritas utama dari pengelolaan dana desa. Seperti halnya dengan Keluarga Taher Kamurat yang ada di Desa Arakan Kecamatan Tatapaan, keluarga ini selalu mendapat perhatian khusus dan boleh dikata istimewa oleh pemerintah Desa Arakan kecamatan Tatapaan. Seperti halnya program penerima manfaat Bantuan Langsung tunai (BLT) dari Dana Desa. “Keluarga ini memang tercatat sebagai penerima manfaat dari program pemerintah desa, urai Kabid Pemerintah Desa Einstein Runtunuwu, SSTP Sementara itu, Hal yang sama juga dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Minahasa Selatan melalui Kabid Pemberdayaan Sosial Archo B. Poli, SE. Menurut Poli, bahwa keluarga Taher Kamurat ini sejak tahun-tahun kemarin mendapat perhatian lebih dari pemkab Minsel termasuk, kebutuhan dasar pangan dan ini sudah berjalan. “Keluarga juga kami telah usulkan kepada pemerintah pusat untuk masuk, sebagai penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non unai (BPNT), serta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN). Pihak Dinas Capilduk Minsel, tetap berusaha untuk memperbaiki data keluarga (KK) mereka ke database kementerian. Mulai dari NIK KK hingga NIK anggota keluarga. Pihak capilduk sudah Konsol datanya,” ujar Poli sambil menambahkan bahwa KK miskin di Minsel selalu mendapat perhatian istimewa oleh Bupati FDW. Namun, sambil menunggu data keluarga ini direspon dan masuk dalam program Nasional seperti PKH, BPNT, PBI-JKN, maka pihak pemerintah kabupaten Minahasa Selatan melalui dinas Sosial telah dan terus memberikan bantuan kebutuhan dasar pangan seperti pemberian bantuan kepada keluarga ini sejak beberapa waktu silam hingga kini. “Kami sudah melakukan sesuai dengan anjuran pemerintah pusat melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial - Next Generation (SIKS-NG) setelah sebelumnya survey tersebut sesuai dengan SIKS Mobile,” tutup Poli dan Weken sambil (alvi_kominfo)
Padamkan Kebakaran Pasar 54 Amurang, Water Canon Polres & Damkar Minsel Dibantu Damkar Minahasa
minselkab.go.id- Peristiwa yang kebakaran yang terjadi di areal Pasar 1954 Amurang khususnya yang terletak di areal Kelurahan Ranoiapo kecamatan Amurang Kabupaten Minahasa Selatan, sekitar pukul 23.35 Wita pada Jumat (30/9) malam. Membuat Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Minahasa Selatan dan Polres Minsel bergerak cepat. Bahkan bukan hanya itu, dua armada Damkar Minsel serta Water Canon milik Polres Minsel, kesulitan untuk memadamkan api yang sangat besar itu. Nikson Mukuan, SSos Kadis Damkar Minsel Bersama dengan timnya terlehat bergerak cepat dan harus bolak-balik untuk memadamkan api dan mengisi air di tank untuk memadamkan api secara bertahap. Sementara dari pemantauan tim Dinas Komunikasi dan Informatika kabupaten Minahasa Selatan, khususnya Bidang Informasi Komunikasi Publik Alvi J. Ulaan, ST, terlihat Kapolres Minsel AKBP C. Bambang Harleyanto bersama para Kepala Satuan (Kasat) Kapolsek Amurang serta puluhan anggota. Begitu juga dengan petugas TNI dari Koramil 1302 Amurang bahu-membahu untuk mengendalikan lokasi tersebut dan memadamkan api yang terus menjalar. Tapia da yang menarik. Apa itu ?. Peristiwa kebakaran ini, ternyata bukan hanya menjadi perhatian dari Dinas Damkar dan Polres Minsel tetapi menjadi perhatian khusus dari Dinas Damkar Kabupaten Minahasa. Bukitnya, sekitar pukul 01.05 WITA Sabtu (01/10) dini hari, armada Damkar kabupaten Minahasa yang dipimpin oleh Ronald Sparman, SSos ini bergabung Bersama dengan tm Damkar Minsel dan regu Water Canon Polres Minsel untuk memadamkan titik-titik api yang kemungkinan besar bisa merembet ke areal yang luar. Alhasilnya, areal yang ada di kompleks Bioskop Nona Amurang ke arah pantai berhasil di kendalikan atau diantisipasi oleh petugas. “Kami bergerak dari Tondano Minahasa ketika kami mendapat kabar terjadinya peristwa kebakaran di Pasar Amurang,” ucap Ronald yang akrab dikenal mantan Kepala Bidang Polhut Dinas Kehutanan Minsel sewaktu dia masih bekerja di kabupaten Minsel. (afi kominfo_minsel)
Pasar ‘54 Amurang Ta’Bakar, Ribuan Warga Padati Pertokoan
minselkab.go.id- Kebakaran Pasar 1954 Amurang, sekitar pukul 23.35 Wita pada Jumat (30/9). Membuat areal kompleks Benteng Potugis, Ruang Terbuka Publik (RTP), Bioskop Nona, GMIM Syalom Sentrum yang ada di Pertokoan Amurang dibanjiri oleh ribuan warga yang datang baik dengan kendaraan roda dua, empat dan berjalan kaki. Fasilitas jalan yang ada di areal tersebut, menjadi lautan manusia. Namun kebiasaan saat ini, berbeda dengan kebiasaan saat Pasar 1954 Amurang yang terbakar pada Jumat 11 April 2003 silam. Peristiwa kebakaran yang terjadi pada 2003 silam itu, warga Amurang belum kenal dengan dunia Media Sosial (medsos). Jadi, saat peristiwa terjadi warga yang berdatang ke lokasi, tidak dengan tangan kosong tetapi tangan yang memegang ember berisikan air untuk membantu memadamkan api. Namun sekarang, dari pemantauan tim Dinas Komunikasi dan Informatika kabupaten Minahasa Selatan, khususnya Bidang Informasi Komunikasi Publik Alvi J. Ulaan, ST, warga yang datang ke lokasi peristiwa hanya dengan ponsel. Mereka bukan sibuk membantu namun hanya sibuk melaporkan peristiwa tersebut melalui medsos. Bahkan bukan hanya itu, kehadiran warga di lokasi, terpantau memperkecil ruang gerak petugas pemadam kebakaran. Armada Damkar saja sulit membubar warga yang memadati jalur transportasi di areal pertokoan walaupun mobil damkar seharusnya diberi ruang agar bisa bergerak dengan cepat untuk memadamkan api yang semakin membesar. (afi kominfo_minsel)
Peristiwa 19 tahun Lalu Terulang Lagi, Pasar 1954 Amurang Jadi Lautan Api
minselkab.go.id- Masih ingat dengan peristiwa kebakaran Pasar 1954 Amurang yang terletak di wilayah kepolisian kelurahan Uwuran Satu Kecamatan Tombasian pada pada 11 April 2003 silam ?. Kali ini, peristiwa yang sama terulang kembali, sisa lokasi Pasar 1954 Amurang yang letaknya ada, di wilayah kepolisian Kelurahan Ranoiapo kecamatan Amurang (dahulu kecamatan Tombasian,red) kini jadi lautan api dan tinggal puing-puing, setelah api membungkus areal tersebut pada pukul 23.35 Wita pada Jumat (30/9). Dari pemantuan tim Dinas Komunikasi dan Informatika kabupaten Minahasa Selatan, khususnya Bidang Informasi Komunikasi Publik Alvi J. Ulaan, ST dilokasi kejadian. Tak pernah terlintas di benak pikiran warga yang ada disekitar pertokoan, kalau api ini akan membumi hanguskan areal pasar itu. Pasalnya, kebakaran itu, awalnya api masih kecil. Namun tiupan angin darat kearah laut-lah yang membuat api semakin membesar dan dengan cepat merembet kearah kios-kios jualan pakaian milik para pedagang yang berjualan di sampai SD Negeri 1 Amurang itu. Peristiwa ini, membuat warga yang ada di kompleks pertokoan Amurang langsung panik, mereka langsung bahu-membahu untuk memadamkan api yang makin membesar itu dengan air yang ada di areal Ruang Terbuka Publik (RTP) Amurang. Namun sayang seribu sayang kapasitas air dan tenaga tidak bisa memadamkan api yang semakin membesar dan merembet kearah SD Negeri 1 Amurang, kemudian bergerak meluas kearah kios Reparasi Senjata Angin Song Lie, Toko Orlane Amurang milik Alm. Cawo dan Tote yang kini disewa oleh Indomaret. Lidah api yang bergerak sesuai arah angin ini, kemudian menjilat tidak beraturan dan membakar kios-kios bangunan yang terbuat dari beton dan papan, milik para pedagang sembako, pakaian dan rumah makan dalam waktu yang sangat singkat. Sekitar pukul 24.00 WITA, api kemudian dengan cepat bergerak kearah pemukiman warga yang ada di Pasar membelakangi pesisir pantai Amurang. Waktu terasa berjalan sangat singkat, warga yang panik terpantau kocar-kacir untuk mengamankan barang dagangan dan barang berharga mereka. Api-pun mulai menjalar hingga pemukiman warga yang ada di areal Lingkungan 15 kelurahan Ranoiapo atau tepatnya puluhan anggota jemaat Kolom 5 GMIM Baitel Ranoiapo, sekitar pukul 00.30 WITA (01/10) dini hari. Rumah warga-pun akhirnya diludes dan tinggal puing-puing. Sil seorang pedagang mengaku bahwa awalnya dia Bersama beberapa warga melihat titik api itu ada sangat kecil. Namun selang beberapa menit tiba-tiba menjadi besar. “Api, awalnya masih kecil, Cuma angin yang bertiup kencang ke arah laut atau pantai Amurang, membuat api yang ada di titik komplek toko sembako milik Ci Hoa dan Ape Moniaga ini, menjilat kios-kios jualan pakaian yang ada dibelakangnya semakin membesar dan langsung membumi hanguskan areal sisa pasar 1954 itu dengan cepat,” ungkapnya. (afi kominfo_minsel)
Tandatangani BAST-BMN, KemenPUPR-RI Serahkan 50 Unit Rusus Nelayan Pada FDW
minselkab.go.id- Program dan kegiatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR-RI) dalam rangka meningkatkan ketersediaan rumah hunian yang layak bagi Nelayan, Mahasiswa, Pelajar, Santri, Pekerja, Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri maupun petugas di daerah perbatasan dan pulau terpencil di Provinsi Nyiur Melambay Sulawesi Utara, secara khusus pembangunan 50 unit Rumah Khusus (Rusus) Nelayan yang telah selesai dibangun pada tahun 2018 di Desa Matani Satu Kecamatan Tumpaan Kabupaten Minahasa Selatan, akhirnya diserah-terimakan dari Kementerian PUPR-RI kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. Demikian dikatakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Minsel Royke Mandey, SH. Dikatakan Mandey, Proses serah terima ini, berlangsung di Swisbell Hotel Manado Rabu (28/9) di tandai dengan penandatangan Berita Acara Serah Terima (BAST) Barang Milik Negara (BMN) berupa 50 Rumah Khusus Nelayan yang berdiri di wilayah kepolisian Desa Matani Satu Kecamatan Tumpaan Kabupaten Minahasa Selatan oleh Menteri PUPU RI yang diwakili oleh Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprianto, ST, MT kepada Bupati Minahasa Selatan Frangky Donny Wongkar, SH, Sedangkan, Dirjen Perumahan Kementerian PUPR-RI Iwan Suprianto dalam sambutannya mengatakan, bahwa pembangunan Rusus Nelayan ini menelan anggaran Rp. 5,35 Miliar. Dan kegiatan ini, telah selesai dibangun pada Tahun 2018 silam. Oleh karena itu, lanjut mantan Direktur Prasarana Strategis, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR-RI, bahwa 50 unit Rusus Nelayan telah menjadi Barang Milik Negara (BMN) yang perlu kami serah-terimahkan kepada Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati Minahasa Selatan, ungkap lelaki yang dikenal mantan Kepala Pusat Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan, Olahraga, dan Pasar, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR-RI. Pada kesempatan yang sama, Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar juga mengaku sangat berterima kasih kepada Pemerintah Pusat secara khusus Kementerian PUPR-RI yang sudah bergandengan tangan dengan Pemerintah Daerah khusus Minahasa Selatan dalam rangka upaya bersama antara Pemerintah Pusat dan Kabupaten Minsel untuk mengatasi dan mengantisipasi terciptanya Kawasan Kumuh dipesisir laut melalui pembangunan Rusus Nelayan ini. “Intinya, bentuk perhatian dan keseriusan Pemerintah dalam penyediaan rumah layak huni bagi para nelayan bisa terwujud. Secara khusus kami bisa mengantisipasi serta mengatasi peluang terjadinya Kawasan Kumuh Dipesisir Laut di Kecamatan Tumpaan Desa Matani Minahasa Slatan,”tegas orang nomor satu di Minsel itu. (afi_kominfo)
Usaha FDW Tidak Sia-sia, Menteri Koperasi & UKM Bakal Lakukan Groundbreaking Factory Sharing di Minsel
minselkab.go.id - Kerja keras Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, SH bersama wakil Bupati Pdt. Petra Yanni Rembang, MTh, akhirnya membuahkan hasil yang nyata untuk warga Minahasa Selatan. Apa pasal ?. Kunjungan orang Nomor Satu Minahasa Selatan di gedung Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI pada Selasa 18 Januari 2022 silam, mendapat respon positif dan khusus dari Menteri Koperasi dan UKM RI Drs. Teten Masduki. Demikian dikatakan Kepala dinas Koperasi dan UMKM Minahasa Selatan DR. Meidy M. Maindoka, MSi dan Kadis Komunikasi dan Infomatika Royke Mandey SH. Menurut Maindoka dan Mandey, respon baik ini, ditandai dengan rencana kunjungan Menteri Koperasi dan UKM RI Drs. Teten Masduki di tanah Toar Lumimuut bagian Selatan. “Sesuai dengan rencana, bahwa mantan Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia ini, akan melakukan kunjungan di daerah Nyiur Melambay Sulawesi Utara Kabupaten Minahasa Selatan, Kecamatan Amurang Barat khususnya Desa Kapitu,”kata Maindoka dan Mandey. Kunjungan Drs. Teten Masduki bersama rombongannya Deputi Bidang Perkoperasian Ahmad Zabadi, Deputi Bidang UKM Hanung Harimba Rachman, Staf Khusus Menteri Riza Damanik di Desa Kapitu lanjut Maindoka dan Mandey, untuk melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking,red) pembangunan rumah produksi bersama (Factory Sharing) yang menelan anggaran total 95 Miliar dalam kurun waktu selama 3-4 Tahun. Dan Tahap I ini, dimulai Tahun 2022 dengan anggaran mencapai 10,8 Miliar. “Kalau tidak ada aral melintang Jumat, (23/9) pak Menteri Drs Teten Masduki, akan melakukan groundbreaking pembangun Factory Sharing,” tegas Mandey dan Maindoka bersamaan. Sementara ketika disingung mengenai kegiatan apa saja yang akan dilakukan oleh Menteri Koperasi dan UKM RI di Minsel, Mandey mengaku bahwa kegiatan Menkop & UKM RI ini usai melakukan peletakan batu pertama, beliau akan mengunjungi pelabuhan Amurang sekaligus berdialog dengan pengelola pelabuhan. Dan usai kegiatan tersebut, pak Menteri Drs Teten Masduki bersama rombongan bertolak ke Manado untuk menghadiri Sidang Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Sulawesi Utara dalam rangka Peringatan HUT Provinsi Sulawesi Utara ke-58, tambah Mandey. (alvi_kominfo)