Berita & Artikel
Tetap terinformasi dengan berita terbaru seputar kebijakan, pembangunan, dan kegiatan kemasyarakatan di Kabupaten Minahasa Selatan.
Wabup Serahkan Santunan Duka di Uwuran II dan Ranoiapo
PALAKAT MINSEL – Wakil Bupati Minsel Pdt. Petra Rembang, MTh, mewakili Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, SH, Senin (09/08) melayat dirumah duka yang berada di Kelurahan Uwuran II dan kelurahan Ranoiapo Kecamatan Amurang. Pada kesempatan itu juga, Rembang, menyerahkan santunan duka sebagai bentuk program Bupati dan Wakil Bupati Minsel sejak terpilih memimpin Minahasa Selatan pada 26 Februari 2021 silam. Keluarga-keluarga yang menerima santunan duka dari pemerintah kabupaten Minahasa Selatan adalah Rumah duka Kel. Sinubu Mononimbar atas meninggalnya Almh. Ibu Martha Mononimbar, di Kelurahan Ranoyapo, dan rumah duka Kel. Durand Setlight, atas meninggalnya Almh. Ibu Elisabeth Durand, di Kelurahan Uwuran Dua, Kecamatan Amurang. Wakil Bupati Petra disaat melayat, didamping oleh Lurah Uwuran II Mariana Paat, SP dan Lurah Ranoiapo Noodie Tumbuan, SE Bersama Camat Amurang Roomy F. Rumangit, SSos. (Tim Palakat Minsel). Kedua keluarga tersebut mengaku sangat berterima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati atas simpati dan empati yang ditunjukan oleh Pemerintah kepada keluarga kami yang berduka. “Terima Kasih banyak pak Bupati dan terima kasih banyak pak Wabup. Tuhan memberkati bapak-bapak dalam melayani dan memimpin Minsel,” ungkap Paat dan Tumbuan mewakili kedua keluarga yang berduka. (Tim Palakat)
Wongkar : Air Terjun Wiau Lapi Pasti Manjakan Hati dan Mata Wisatawan
Laporan : Tim Palakat Minsel dan Ditulis : Alvi_Diskominfo MINAHASA SELATAN memang memiliki banyak sekali area wisata yang lokasinya tersembunyi dan belum dikenal luas oleh para wisatawan. Mulai dari keindahan pantai yang bisa memikat hati hingga pengunungan yang akan memanjakan mata. Panorama alam ini, memang tersebar di setiap Desa/Kelurahan yang ada di 17 Kecamatan kabupaten Minahasa Selatan. Daya tarik keindahan alam itu turut dirasakan oleh orang Nomor Satu di Minsel yaitu Bupati Franky D Wongkar, SH. Bukitnya, objek wisata Batu Dinding yang terletak di Kelurahan Buyungon-Amurang telah di kunjungi oleh mantan ketua LBH Manado pada pekan lalu. Kini, obyek wisata yang menarik untuk disinggahi oleh penggila air terjun Tu’unan dan Kulung-kulung Desa Wiau Lapi Kecamatan Tareran, nekat disusuri oleh Suami tercinta Anggota Dekab Minsel Elsye Sumual. “Objek wisata ini memang belum dikenal luas oleh para wisatawan. Padahal objek wisata Tu’unan dan Kulung-kulung ini menampilkan panoma alam yang indah. Ini sangat luar biasa untuk memanjakan hati dan mata bagi wisatawan,” kata Wongkar dengan kagum. Wisatawan Akan Merasakan ‘Saguer’ Minuman Para Leluhur Minahasa UNTUK menyusuri lokasi wisata lanjut Wongkar, kita akan disuguhkan oleh minuman tradisional seperti saguer atau minuman para dotu, leluhur atau orang-orang tua jaman dulu di Minahasa. Kita akan menikmati Saguer dengan kadar alkohol rendah yang berasal dari fermentasi air seho (Pohon Aren). Minuman saguer yang dahulu menarik daya tarik tersendiri bagi para Missionaris Penginjilan ini, menjadi minuman khas bagi para tamu atau wisatawan yang berkunjung. “Dari jaman dulu sampai sekarang, para tamu yang masuk desa Wiau Lapi, tetap akan ditawarkan untuk menikmati aroma Saguer ini,” tokoh Ventje Pronk tokoh masyarakat Tareran. Setahu kami, hal ini dilakukan sejak misionaris pnginjilan masuk tanah Minahasa. Lihat saja pengakuan Misionaris N. Graafland dari Nederlandsch Zendeling Genootschap (NZG) atau Serikat Misonaris Negeri Belanda dalam bukunya berjudul “De Minahasa“, Graafland menuliskan “Het is de drank der Empung en Kasuruan, een godendrank, die bijna voor heilig gehouden wordt, de saguwer” (Ini adalah minuman Empung dan Kasuruan, saguer minuman para leluhur dan dewa yang hampir dianggap suci), tambah beberapa tokoh masyarakat. Walaupun, para missionaris jaman dulu mengakui bahwa minuman ini tidak boleh diperdagangkan. Namun pada abad ke-18 minuman ini boleh diperdagangkan sebagai tambahan penghasilan para petani. Sehingga bagi Wongkar, minuman ini sebagai minuman pelepas dahaga. “Rasanya manis, enak ditelan dan memanjakan lidah dan melemaskan ketegangan saraf saat menyusuri lokasi wisata. Apalagi, wadah tempat minumnya memakai potongan bambu nasi jaha (bulu nasi jaha) dan batok tempurung yang memberi aroma khas Saguer dan bambu serta batok kelama menyatu,” ucap lelaki yang dikenal akrab sebagai mantan wakil Bupati Minsel Periode 2016-2021 ini. FDW : Mari Jo ke Wiau Lapi Tareran Anda tertarik dengan panorama alam di Minsel ?. Mari jo ke Desa Wiau Lapi kecamatan Tareran kabupaten Minahasa Selatan. Anda akan menikmati keindahan alam yang luar biasa. Penduduknya sopan dan ramah, lokasi mudah dikunjungi, arealnya tidak direkayasa tetapi dibuat dan dibentuk oleh alam. “Saya Bupati Minahasa Selatan Franky D Wongkar, SH mengajak warga dan masyarakat serta para pecinta alam untuk mengunjungi wisata di Tu’unan dan Kulung-kulung desa Wiau Lapi kecamatan Tareran. Mari Jo ke Tareran Wiau Lapi,” ajak Wongkar. Kali ini, lanjut Wongkar dirinya bersama Sekda Denny Kaawoan, SE, MSi, Asisten I Setdakab Minsel Frangky Tangkere, SPt, MSi dan Asisten II Setdakab Minsel Drs James Tombokan yang juga Plt Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Minsel, Camat Fibry Tumiwa, SE serta Hukum Tua Christian D. Karamoy, SE, telah melakukan kunjungan wisata di Tu’unan dan Kulung-kulung. Dan terakhir kami melihat tempat penyulingan Cap Tikus, dan sejak masa pandemi Covid19, Desa Wiau Lapi ini tercatat sebagai desa yang tidak memiliki kasus Covid19, ungkap Wongkar. (***) (foto: Palakat)
PYR Panen Perdana Nilam di Karowa-Tompasobaru
PALAKAT MINSEL –Wakil Bupati Minsel Bupati Minahasa Selatan Pdt. Petra Yani Rembang, MTh Sabtu, (07/08) di Desa Karowa Kecamatan Tompaso Baru, mewakili Bupati Minsel Franky Donny Wongkar, SH melakukan panen perdana Tanaman Nilam milk keluarga Tambuwun Iroth. Dalam panen perdana tersebut, keluarga Tambuwun Iroth mengaku bahwa tanaman Nilam dapat dipanen pada umur 6 bulan setelah tanam dan panen berikutnya dilakukan 3-4 bulan sampai tanaman tidak produktif lagi. Tanaman yang sering tumbuh di daerah yang dingin atau berada di kisaran 24-28 derajat Celsius, lanjut para petani perkebunan keluarga Tambuwun Iroth, adalah salah satu tanaman yang sering ditemui di Indonesia tapi jarang di Sulawesi Utara termasuk Minsel. Padahal tanaman Pogostemon cablin (sebutan lain dari Nilam) ini memiliki banyak manfaat. Mulai dari daunnya bermanfaat untuk pembuatan minyak wangi, obat tradisional sampai pada minyak atsiri, tambahnya. Dalam acara panan pendana tersebut, hadir juga Kapolsek Tompaso Baru Iptu. Jeffry Mailensun, Hukumtua Poppo Carl J. Lumintang, Ketua Badan Pekerja Wilayah Tompaso Baru I Pdt. Altje Pusung Rompas, M.Th., dan Ketua BPMJ GMIM Kanaan Karowa Pdt. Paula Sumolang, S.Th. (Tim Palakat Minsel)
Kerja Bakti Disidak FDW, Banyak Pejabat dan Staf Terlambat
PALAKAT MINSEL – Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi RI ke-76, beberapa kegiatan terus digeber oleh Panitia Pelaksana. Satu diantaranya, diawali dengan kegiatan kerja bakti secara serentak di kabupaten Minahasa Selatan. Kerja bakti di areal perkantoran Bupati Minsel, Jumat, (06/08) pukul 06.00 Wita, ternyata menjadi perhatian serius dari orang nomor satu di Minsel yaitu Bupati Franky Donny Wongkar, SH. Pria low profile ini, langsug action sekaligus memantau langsung kegiatan kerja bakti di seputaran kantor Bupati Minsel. Pantauan yang bersifat inspeksi ini dilakukan secara mendadak di beberapa kantor Dinas dan Badan. Tak pelak, sejumlah pejabat mulai dari eselon II, III dan IV serta para staf kelimpungan. Karna dari hasil kunjungan tersebut, hampir semua pejabat dan staf belum berada di lokasi kantor mereka masing-masing. “Baru ngoni tu da kerja,” tanya FDW sapaan akrab kepada para tenaga kebersihan kantor. Spontan saja, tenaga kebersihan kantor menjawab. “Iya pak, baru torang,” jawabnya spontan. FDW juga bertanya. “ Mana ngoni pe Bos-bos dang,” tanya FDW lagi. Petugas kebersihan langsung menjawab dengan enteng. “Blum datang pak,” ungkap beberapa petugas kebersihan kantor menjawab pertanyaan Bupati FDW. Pria asal Kelurahan Kawangkoan Bawah Amurang Barat ini langsung memutar areal kantor Bupati mencari para pejabat yang juga termasuk panitia HUT Proklamsi RI. Tetapi, 90% memang belum berada dikantor pada pukul 06.00-0630 wita. Wongkar langsung bergerak ke kantornya untuk melakukan kerja bakti bakti di ruang kerjanya. Bupati melakukan penyemprotan disinfektan mulai dari areal kantor staf Tata Usaha Pimpinan (TUP) hingga ruang kerjanya, ruang rapat serta ruang tunggu para tamu Bupati. (Tim Palakat Minsel)
Petra Minta Warga Awasi Pengunaan dan Peyaluran Dana Desa
PALAKAT MINSEL-Rapat Koordinasi dengan para Camat serta Hukum Tua se-Minahasa Selatan Kamis (05/08) di Gedung Wale Cita Waya Esa (Waleta) kantor Bupati, menjadi moment penting bagi Bupati Franky D Wongkar, SH dan Wakil Bupati Minsel Petra Y Rembang, MTh untuk mengevaluasi kinerja para Camat dan Hukum Tua se-Kabupaten Minahasa Selatan dalam melayani masyarakat Minsel. Buktinya, usai Bupati Wongkar men-dead line para Camat dan Hukum Tua terkait penyaluran BLT-DD. Kini, Wabup Rembang memintah partisipasi atau peran masyarakat untuk mengawasi penggunaan dan penyaluran Dana Desa. Bahkan dengan tegas, Rembang meminta agar masyarakat di kabupaten Minahasa Selatan untuk dapat mengawasi serta mengontrol setiap kegiatan Dana Desa yang ada di masing-masing Desa. Termasuk proses penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD). “Saya sangat berharap agar masyarakat dapat mengontrol dan mengawasi penggunaan dan pemanfaatan Dana Desa, termasuk penyaluran BLT-DD,” tegas Petra sapaan akarb Wabup Minsel ini. Dia juga menambahkan bahwa setiap Keluarga penerima manfaat (KPM) untuk sekiranya dapat memberikan informasi kepada pemerintah, jika ada keganjalan atau kerancuan dalam proses penyaluran BLT-DD. Hal ini penting agar pemerintah kabupaten dapat mengantisipasi dampak buruknya. “Kami sangat berharap agar warga atau KPM dapat memberikan informasi, jika memang ada masalah-masalah dalam penyaluran bantuan dari dana desa ini. Sehingga, kami dalam melakukan tindakan-tindakan berkaitan dengan pencegahan dan percepatan terhadap penyaluran dana desa ini,” harap Rembang yang saat itu didampingi Sekretaris Daerah Denny P. Kaawoan, SE, MSi, Asisten 1 Bidang Pemerintahan & Kesejahteraan Rakyat Frangky T. Tangkere, SP, MSi, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Melky Manus S.STP, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Hendrie Lumapow, SH, MSi, Staff Khusus Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Ir. Noldy W.D. Liow, (Alvi_Diskominfo)
FDW : BLT-DD di Dead Line Hingga Minggu ke-2 Agustus
PALAKAT MINSEL – Keterlambatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di setiap desa yang ada di Minahasa Selatan, diam-diam ternyata telah menjadi perhatian serius oleh Bupati Minsel Franky D Wongkar, SH dan Wakil Bupati Pdt. Petra Y. Rembang, MTh. Hal ini ‘meledak’ saat Bupati dan Wabup memimpin Rapat Koordinasi dengan para Camat serta Hukum Tua se-Minahasa Selatan Kamis (05/08) di Gedung Wale Cita Waya Esa (Waleta) kantor Bupati. FDW sapaan akrab Bupati Minsel, dengan tegas memberi penekanan terhadap tugas pokok dan fungsi sebagai kepala wilayah. “Camat mempunyai tugas untuk melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap kegiatan yang ada di Desa dan Kelurahan. Dan dari hasil evaluasi yang kami dapati, ternyata penyaluran Dana Desa itu, baru tahap I (pertama) yang selesai hingga 100 % di 167 Desa yang tersebar di 17 Kecamatan. Tahapan II atau tahapan selanjutnya bagaimana?,” tanya istri tercinta anggota Dekab Minsel Elsye Sumual. Wongkar juga mendesak agar para Camat, untuk membuat peryataan bahwa penyaluran BLT-DD dicairkan pada medio bulan Agustus ini. “Saya juga meminta agar para Camat yang hadir saat ini untuk menandatangani surat pernyataan dan memberikan jaminan bahwa penyaluran BLT Dana Desa kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang ada di setiap desa, akan dicairkan pada batas waktu (dead line) hingga minggu ke II (dua) bulan Agustus 2021 ini,” tegasnya. Mantan Wakil Bupati Minsel Periode 2015-2021 ini, menyoroti dokumen perencanaan yang ada di setiap Desa di Minsel. Seperti Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2021. “Hasil evaluasi yang kami dapati, ternyata ada dokumen RKPDes 2021 yang belum selesai dibuat oleh masing-masing desa. Oleh karena itu saya minta agar dokumen RKPDes 2021 ini harus dimaksimalkan/diselesaikan. RKPDes 2021 juga harus selesai. Dan RKPDes 2022 harus selesai di bulan September 2021 ini,” tambah Wongkar. Sedangkan untuk pandemi Covid-19, lelaki yang akrab dikenal Sekretaris DPD PDI-P Sulut ini, menambahkan bahwa pencegahan Covid-19 harus mengikuti Protocol Kesehatan. “Ingat, saya sudah membuat Surat Edaran dan telah diteruskan kepada para Camat dan Hukum Tua/Lurah untuk ditindaklanjuti dan dilaksanakan,” tutupnya. Hadir dalam Rakor tersebut Sekretaris Daerah Denny P. Kaawoan, SE, MSi, Asisten 1 Bidang Pemerintahan & Kesejahteraan Rakyat Frangky T. Tangkere, SP, MSi, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Melky Manus S.STP, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Hendrie Lumapow, SH, MSi, Staff Khusus Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Ir. Noldy W.D. Liow, Camat se-Minsel , dan para perwakilan Hukum Tua se-Minsel. (Alvi_Diskominfo)
Tandatangani NPHD, FDW Serahkan Hibah Keagamaan Secara Simbolis
PALAKAT MINSEL – Semangat Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dibawah kepemimpinan Bupati Franky Donny Wongkar, SH dan Wakil Bupati Pdt. Petra Yani Rembang, MTh, untuk melayani bersama dan berjalan Bersama dengan para tokoh Agama untuk membentuk masyarakat didalamnya jemaat yang aman, damai dan sejahtera selalu menjadi perhatian serius. Kali ini, FDW sapaan akrab Bupati Minsel, melaksanakan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Menurut FDW, penandatangan ini dilakukan agar pihak pertama sebagai pemberi hibah (pemerintah), memiliki kekuatan hukum dengan pihak kedua yaitu penerima hibah atau bantuan keagamaan/rumah ibadah di Minahasa Selatan (Minsel). “Naskah ini memuat, tujuan dari program pemerintah serta Hak dan Kewajiban dari pihak pertama yaitu pemerintah dan pihak kedua yaitu penerima hibah,” tegas FDW saat menandatangani NPHD Kamis (05/08) di gedung Waleta Cita Waya Esa. Acara penandatanganan NPHD tersebut, mewakili Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan oleh Bupati Franky D. Wongkar. Sedangkan, mewakili para pimpinan agama di Minsel diwakili Ketua BPMJ GMIM Kanaan Pinaling, Pimpinan GBI Mawar Sharon Popareng, dan Pimpinan GGP Pinkster Beweging Uwuran serta pengurus Masjid di Minsel. “Dengan ditandatanganinya NPHD ini, maka bantuan untuk rumah ibadah resmi dihibahkan,” tambahnya. Bahkan usai penandatanganan tersebt, FDW langsung menyerahkan secara simbolis bantuan keagamaan kepada pimpinan denominasi gereja dan pengurus masjid, diwakili pengurus Masjid Arrayan Tanamon. Acara yang dilaksanakan di Waleta Kantor Bupati tersebut, turut dihadiri Sekretaris Daerah Minsel Denny P. Kaawoan, SE., M.Si., Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Frangky T. Tangkere, SP., M.Si., Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Melky Manus, S.STP, Anggota DPRD Salman Katili, ST, serta pimpinan denominasi gereja dan pengurus masjid. (Tim Palakat)
Ikuti Best Practice, FDW Tantang Para SKPD Harus Berinovasi
PALAKAT MINSEL – Bupati Minahasa Selatan Franky D Wongkar, SH Rabu (4/08) diruang kerjanya mengikuti agenda tahunan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kali ini, ditengah pandemi Covid 19, agenda Kemendagri dilakukan dengan cara Webinar bertajuk “Best Practice Inovasi Daerah Serta Pengukuran dan Penilaian Indeks Inovasi Daerah” secara virtual. Kegiatan ini, disamping untuk pengukuran dan menilai inovasi daerah, hasil dari pengukuran dan penilaian inovasi daerah akan mendapat apresiasi dari Kemendagri agar Tata Kelola Pemerintahan di setiap daerah dapat danterus dilakukan. Demikian dikatakan Kepala Bapelitbang Minsel Tertius Ulaan, ST, MT. Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri (Litbang Kemendagri), Agus Fatoni, pada Webinar Best Practice Inovasi Daerah serta Pengukuran dan Penilaian Indeks Inovasi Daerah 2021 mengatakan bahwa berdasar UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, setiap daerah berkewajiban untuk melaporkan inovasinya kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Laporan dari daerah disampaikan secara elektronik sehingga perkembangannya dapat dipantau. “Kegiatan ini bertujuan mempertemukan praktisi, yang diharapkan mampu menginspirasi dan menginovasi daerah yang lain di tengah pandemi Covid-19. Ini merupakan wujud pembinaan dan praktek-praktek demokrasi serta meningkatkan inovasi Pemerintah Daerah agar lebih giat berinovasi dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat dan daerah”, tutur Fatoni. Pada tahun 2021 telah dilakukan pemetaan klarifikasi klaster indeks inovasi daerah, indeks yang telah diinput sudah dapat diketahui predikatnya. Oleh karena itu ada beberapa strategi untuk membudayakan inovasi diantaranya, pola pemecahan masalah, evaluasi, koordinasi, marketing, kompetensi, manajemen inovasi, suistanable inovasi dan indikator kinerja utama. Perkembangan terkini progres Input Indeks Inovasi Daerah tahun 2021 ada lima provinsi dengan hasil penilaian tertinggi. Sedangkan untuk tingkat Kabupaten/Kota masing-masing ada 10 tertinggi dalam Penilaian Indeks Inovasi Daerah 2021. Dari seluruh progres data yang tercatat sebanyak 543 daerah yang sudah melakukan input. Sedangkan 32 daerah lainnya belum melakukan input data. Karena itu Fatoni berharap bagi daerah yang belum menginput data segera melakukan input data dengan mengisi indeksi inovasi daerahnya masing-masing. “Pengukuran Atau Penilaian Indeks Inovasi Daerah ini dilakukan dalam rangka pembinaan kepada daerah untuk Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Artinya Inovasi yang dilakukan daerah patut diapresiasi,” jelasnya. Bupati Minahasa Selatan Franky D Wongkar, SH, menyambut positif terhadap kegiatan ini. Bahkan, Wongkar berkomitmen untuk menjadi Kabupaten Minsel sebagai daerah yang memiliki inovasi di segala bidang, disegala sektor. “Semua harus terus didorong, bergerak bersama berinovasi dan berkreasi secara efektif. Sebab Inovasi menjadi kunci peningkatan kualitas pelayanan public. Saya tantang setiap SKPD harus memiliki inovasi,” tegas FDW sapaan akarab Bupati Minsel Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekda Drs. Denny Kaawoan, MSi, Kadis Kominfo Minsel Royke Mandey, SH, Kabag Ortal Setdakab Minsel Jerry Sengkey, SSos, MAP, Kabid Kominfo Alvi Ulaan, ST, Kasie Aptika Diskominfo Minsel Geovanny Lontoh, ST. (Diskominfo)
Wabup Hadiri Bimtek LKPM
PALAKAT MINSEL – Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Franky Donny Wongkar, SH., diwakili Wakil Bupati Pdt. Petra Yani Rembang, mengikuti bimbingan teknis cara pengisian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu tahun 2021, Rabu (04/08/2021). Kegiatan yang berlangsung di Hotel Sutanraja Amurang tersebut, bertujuan untuk mensosialisasikan peraturan pemerintah dibidang penanaman modal, yang merupakan peraturan pemerintah turunan dari UU cipta kerja. “Bimbingan Teknis ini untuk mengsosialisasikan regulasi-regulasi terkiat didalamnya peraturan pemerintah dibdang penanaman modal yang merupakan penjabaran dari UU Cipta Kerja,” Jelas Kadis PMDPTSP kabupaten Minsel Ronald Paat, SPt, MSi. Hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten II Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pengembangan Drs. James J. Tombokan, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Ronald H. Paath, S.Pt M.Si., Kepala Bidang Pengendalian dan Pengawasan Provinsi Sulawesi Utara Drs. Rolly Karamoy bersama beberapa SKPD terkait serta puluhan peserta yang notabene sebagai pelaku usaha Minsel. (Tim Palakat Minsel)